Minggu, November 1, 2026
Beranda DPRD Yeti Wulandari dengan Busana Adat Palembang di HUT ke-27 DPRD Depok: Kami...

Yeti Wulandari dengan Busana Adat Palembang di HUT ke-27 DPRD Depok: Kami dari Partai Berbeda, Ini Semua untuk Kemajuan Masyarakat Kota Depok

0
25

DEPOK FAKTUAL , DPRD — Perayaan HUT ke-27 DPRD Kota Depok yang berlangsung Selasa, 3 September, tampil dengan nuansa penuh warna dan kehangatan.

Gedung dewan yang biasanya identik dengan hiruk-pikuk politik dan pembahasan aturan, pada hari itu disulap menjadi ruang perayaan kekayaan budaya Nusantara.

Di antara para wakil rakyat yang hadir, penampilan Wakil Ketua DPRD Kota Depok dari Partai Gerindra, Yeti Wulandari, tampak mencolok dan menyita perhatian.

Ia tampil elegan mengenakan busana adat khas Palembang, Sumatra Selatan.

Balutan kain songket dengan motif khasnya, dipadukan sulaman benang emas yang mewah serta aksesori tradisional Sumatra Selatan, membuat penampilannya terlihat berwibawa sekaligus hangat.

“Hari ini saya mengenakan pakaian adat Palembang, Sumatra Selatan,” kata Yeti Wulandari sambil tersenyum saat ditemui usai acara.

Menurut Yeti, ide mengenakan busana adat ini merupakan kesepakatan bersama antara pimpinan dan anggota dewan dalam rangka memperingati hari jadi lembaga legislatif tersebut.

Masing-masing pimpinan dan anggota mengenakan pakaian tradisional dari daerah yang berbeda-beda, mulai dari Kalimantan, Papua, hingga Sumatra, sebagai bentuk representasi keberagaman bangsa.

Bagi politisi Gerindra tersebut, mengenakan busana adat bukan sekadar seremoni semata, melainkan menyimpan makna simbolis tentang budaya dan pesan persatuan yang mendalam.

“Tema kita hari ini adalah Keragaman Nusantara. Perjalanan 27 tahun DPRD Kota Depok, tentu bukan waktu yang singkat, ini menjadi momentum bagi kami untuk merefleksikan diri,” ujar Yeti.

Ia menekankan bahwa perbedaan latar belakang fraksi dan partai politik bukan menjadi penghambat untuk bersinergi membangun kota.

“Kami berasal dari partai yang berbeda, warna bendera politik yang tak sama, serta latar belakang suku yang beragam. Namun di atas semua perbedaan itu, ketika bicara soal kepentingan masyarakat dan kemajuan Kota Depok, kami siap berdiri bersatu,” tegasnya.

Di luar momen refleksi budaya, HUT ke-27 ini juga ditandai dengan pemberian penghargaan Badan Kehormatan (BK) Award kepada anggota dewan yang dianggap teladan dalam menjunjung etika dan integritas.

Lewat momentum ini, Yeti berharap seluruh jajaran legislatif dapat terus menjaga kepercayaan masyarakat dan menjadi contoh yang baik di tengah warga.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini