Depok Gelontorkan Hampir Rp 100 Miliar demi Mengurai ‘Macet Abadi’ Jalan Raya Sawangan
- calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DEPOK FAKTUAL, SAWANGAN— Pemerintah Kota Depok akhirnya menaruh taruhan besar untuk mengurai simpul kemacetan yang selama bertahun-tahun menjadi keluhan warga di Jalan Raya Sawangan. Hampir Rp 100 miliar digelontorkan demi membebaskan lahan, melebarkan badan jalan, hingga menata ulang arus lalu lintas di salah satu koridor paling padat di kota ini.
Rencana besar itu diproyeksikan mulai berjalan pada 2026. Sejumlah ruas yang selama ini menjadi “leher botol” kemacetan akan disentuh satu per satu. Wali Kota Depok Supian Suri menyebut, sekitar Rp 40 miliar di antaranya dialokasikan khusus untuk pembebasan lahan di Jalan Pemuda dan Jalan Enggram.
Menurut Supian, proses negosiasi dengan pemilik tanah di dua ruas tersebut sebagian besar sudah menemukan titik temu. Hanya tersisa sekitar tiga bidang tanah milik warga yang belum sepakat. Namun ia memastikan, hambatan itu tak lagi signifikan dan tidak akan mengganjal rencana pelebaran jalan.
“Kita tinggal eksekusi fisik di Jalan Enggram dan Jalan Pemuda. Anggarannya sudah kita siapkan, hampir Rp 40 miliar,” ujar Supian saat ditemui di SMP Negeri 3 Depok, Kamis (8/1/2026).
Upaya itu belum berhenti. Pemerintah Kota Depok juga menyiapkan sekitar Rp 60 miliar untuk pembebasan lahan di kawasan Simpang Parung Bingung, titik rawan macet yang kerap membuat kendaraan mengular panjang. Pelebaran jalan di tikungan menuju Jalan Raya Muchtar menjadi sasaran utama, terutama di sisi kiri yang selama ini menyulitkan kendaraan saat berbelok.
“Bagian itu memang harus dilebarkan supaya manuver kendaraan lebih leluasa,” kata Supian.
Masih di kawasan yang sama, dua jembatan di Jalan Raya Muchtar juga masuk daftar pekerjaan pada 2026. Pelebaran jembatan diharapkan menjadi pelengkap solusi, agar arus kendaraan tak lagi tersendat di titik-titik sempit yang selama ini memicu kemacetan berlapis.
Sebagai penutup rangkaian kebijakan, Pemkot Depok menyiapkan rekayasa lalu lintas dengan mengubah pola arus kendaraan. Kendaraan dari arah Parung Bingung menuju Bojongsari direncanakan menjadi satu arah setelah berbelok kanan di Simpang Tugu Batu. Sementara arus dari Bojongsari menuju Sawangan akan dialihkan melalui Jalan Enggram yang telah diperlebar.
Skema ini diharapkan menjadi jalan keluar dari kepadatan yang selama ini seolah tak pernah selesai di Jalan Raya Sawangan—sebuah ikhtiar panjang pemerintah kota untuk mengembalikan waktu, ruang, dan kesabaran warga Depok di jalan raya.
- Penulis: depokfaktual.com
