Ketua Karang Taruna Lakukan Pelecehan Verbal di Mampang Depok, Babai Suhaimi : Copot dan Pidana

 

DEPOK FAKTUAL, PANCORAN MAS – Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Depok dari Fraksi PKB, Babai Suhaimi, geram dengan pemberitaan kasus Ketua Karang Taruna yang melakukan pelecehan verbal terhadap IRT di Mampang, Depok.

Babai, yang juga merupakan mantan Ketua Karang Taruna Kota Depok, menegaskan bahwa tidak ada ruang toleransi bagi pelaku pelecehan, meskipun dalam bentuk verbal sekalipun. Menurutnya, tindakan itu tetap merupakan bentuk pelanggaran moral dan sosial yang serius.

“Tidak ada toleransi! Bahkan pelecehan verbal pun tetap salah. Tidak ada istilah bercanda dalam hal yang berbau seksual, apalagi dilakukan oleh seorang pemimpin organisasi kepemudaan,” katanya, Kamis 6 November 2025.

Beliau menyebut bahwa perbuatan seperti itu tidak hanya mencoreng nama baik pribadi pelaku, tetapi juga merusak citra organisasi Karang Taruna sebagai wadah pembinaan generasi muda.

“Saya sebagai mantan Ketua Karang Taruna Kota Depok sangat prihatin dan menyayangkan tindakan seperti ini. Karang Taruna itu wadah pemuda yang menjunjung nilai perjuangan dan kepribadian luhur, bukan tempat untuk perilaku yang mencederai moral,” ujarnya.

Menurut Babai, apabila kasus tersebut telah dilaporkan kepada pihak berwenang, maka pelaku harus diproses secara pidana. Ia menegaskan bahwa pelecehan, baik dalam bentuk fisik maupun verbal, merupakan tindak kriminal yang diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

“Kalau sudah dilaporkan korban kepada aparat penegak hukum, tentu masuk ranah pidana. Dan kalau terbukti, hukumannya sudah jelas diatur. Tidak ada alasan untuk dibiarkan,” tegasnya..

“Bisa diberhentikan, dimutasi, atau diproses hukum sesuai aturan yang berlaku. Jangan ada lagi penyelesaian yang setengah hati, karena itu hanya membuat pelaku lain tidak jera,” tegas Babai.

Untuk diketahui sebelumnya, MTA menyimpan kisah yang membuat jantung berdegup tak karuan. Ia tak pernah menyangka, keheningan hari Minggu, 2 November 2025, akan berubah menjadi mimpi buruk yang membuatnya trauma hingga kini.

MTA mengaku menjadi korban dugaan pelecehan oleh Andi Widyan, sosok yang dikenal publik sebagai Ketua Karang Taruna (Katar) di wilayahnya. Ironisnya, peristiwa itu terjadi ketika Andi datang dengan dalih menjalankan tugas sosial, melakukan survei penerima bantuan pemerintah seperti BLT. Bagi MTA, alasan itu terdengar masuk akal. Tapi tak butuh waktu lama untuk menyadari, niat di balik kedatangan Andi bukanlah sebatas urusan data warga miskin.

“Awalnya biasa saja, hanya tanya suami saya kerja jam berapa. Saya jawab masuk pagi pulang malam,” tutur MTA dengan suara bergetar. Ia tak menyangka, pertanyaan sederhana itu menjadi awal dari rentetan perilaku tak pantas yang kemudian dialaminya.

Menurut penuturannya, Andi datang seorang diri, sementara rekan surveinya sedang bertugas di tempat lain yang masih berada di sekitar lingkungan itu. Tidak curiga sedikit pun, MTA mempersilakannya masuk ke rumah. Namun obrolan yang semula tentang pendataan justru berubah arah.

depokfaktual.com

Recent Posts

Pelebaran Jalan Enggram dan Pemuda Hampir Rampung, BPN Depok: 94 Persen Lahan Sudah Bebas

DEPOK FAKTUAL, GDC -- Pelaksanaan pelebaran Jalan Raya Sawangan dari arah Depok Satu - Bojongsari…

2 hari ago

Aktivis Lingkungan Dorong DPRD Depok Buka Audiensi, Soroti Menyusutnya Ruang Hijau, Sedimentasi Danau dan Potensi Banjir

DEPOK FAKTUAL, MARGONDA -- Sejumlah komunitas dan penggiat lingkungan Kota Depok menyuarakan keprihatinan mendalam terhadap…

2 hari ago

BK Award 2025, DPRD Depok Apresiasi 10 Anggota Dewan

DEPOK FAKTUAL, GDC -- Rapat Paripurna dengan agenda Penutupan Masa Sidang Ketiga Tahun Sidang 2025 pada…

2 hari ago

BPN Kota Depok Perkuat Sinergi dan Transparansi, Serapan Anggaran 2025 Tembus 98,80 Persen

DEPOK FAKTUAL, GDC — Kantor Pertanahan (BPN) Kota Depok menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas…

2 hari ago

Ketua DPRD Depok Bakal Sanksi Wartawan yang Bikin Raker Pokja Media Center Ilegal

DEPOK FAKTUAL, GDC – Ketua DPRD Kota Depok, Ade Supriyatna, memberikan klarifikasi tegas terkait status…

3 hari ago

Aksi LSM Gedor di Balai Kota Depok, Kritik Bangunan Bermasalah dan Dugaan Praktik Suap

DEPOK FAKTUAL , BALAIKOTA — Gerakan Depok Bersatu (Gedor) menggelar unjuk rasa di depan Kantor…

3 hari ago