News Update
light_mode

Masih Banjir, Padahal Proyek Pembangunan Jembatan Bukit Cengkeh 2 Sudah Rampung

  • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

depokfaktual.com | DEPOK – Kota Depok pada akhir tahun 2025 tengah melaksanakan pembangunan fisik penggantian jembatan di Jalan Bukit Cengkeh 2, RW 16, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis. Proyek ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi warga yang disampaikan melalui Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Yeti Wulandari, dan diharapkan menjadi jawaban atas kebutuhan infrastruktur serta pengendalian air di wilayah tersebut.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Tugu, Feri Riza, menjelaskan bahwa jembatan ini merupakan akses vital bagi warga RW 16 dan sekitarnya. Proyek yang dibiayai dari anggaran kelurahan senilai Rp389.700.409 ini ditargetkan selesai pada 28 Desember 2025. Konstruksi yang digunakan berupa struktur box culvert berukuran 2,5 meter x 2,5 meter x 1 meter yang berfungsi ganda, yaitu sebagai jalur lintas atau crossingan, sekaligus sebagai sambungan saluran pembuangan air yang berasal dari RW 3.

“Jembatan ini tidak hanya mendukung kelancaran mobilitas warga, baik kendaraan roda dua maupun roda empat, tetapi juga berfungsi untuk memperlancar aliran air dan mengurangi potensi genangan di wilayah sekitar,” ujar Feri beberapa waktu lalu. (18/12), dilansir Radar Depok.

Menurutnya, proyek ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas infrastruktur lingkungan dan keselamatan masyarakat, yang diharapkan dapat menunjang aktivitas ekonomi dan sosial dalam jangka panjang. Feri pun meminta kesabaran serta dukungan warga selama proses pembangunan berlangsung demi hasil yang maksimal.

Namun, realitas di lapangan menunjukkan tantangan yang masih besar. Meskipun pembangunan jembatan ini dirancang untuk membantu kelancaran aliran air, kenyataannya kawasan Bukit Cengkeh 2 beserta wilayah sekitarnya seperti Pitara, Tugu, Lembah Depok, dan yang paling parah di Perumahan Taman Duta masih kerap dilanda banjir. Bahkan, pada perayaan Idulfitri 1447 H baru-baru ini, wilayah tersebut kembali terendam dengan ketinggian air yang mencapai 50 hingga 160 sentimeter, melibatkan ribuan rumah dan puluhan ribu jiwa yang terdampak.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas solusi yang dibangun. Warga setempat, yang sebelumnya berharap pembangunan infrastruktur ini dapat menjadi solusi permanen atas masalah banjir yang sudah berlangsung puluhan tahun, kini masih merasakan penderitaan yang sama. Bagi mereka, meskipun perbaikan jembatan dan saluran air merupakan langkah yang tepat, namun tampaknya belum cukup untuk menanggulangi masalah banjir secara menyeluruh.

Hal ini menandakan bahwa masalah banjir di Depok kemungkinan besar membutuhkan penanganan yang lebih komprehensif, tidak hanya dari segi perbaikan infrastruktur lokal, tetapi juga penataan tata ruang dan sistem drainase yang lebih luas dan terintegrasi.

Sampai saat ini, pembangunan jembatan tersebut selesai sesuai jadwal. Namun, harapan warga bukan hanya sekadar memiliki infrastruktur yang baru dan kokoh, melainkan juga terbebas dari ancaman banjir yang setiap tahunnya merusak hari-hari mereka, termasuk saat momen perayaan hari raya seharusnya menjadi waktu yang bahagia.

Padahal, pada akhir 2025, Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sebenarnya telah menyelesaikan proyek “Penggantian Jembatan Jl. Bukit Cengkeh 2” senilai Rp399.916.425,65.

Proyek yang menggunakan struktur box culvert ini digadang-gadang sebagai solusi untuk memperlancar aliran air dari RW 3 dan mengurangi potensi genangan. Namun, realitasnya tepat pada hari Lebaran 1447 H (21/3) kawasan Bukit Cengkeh 2 tetap menjadi salah satu titik terparah yang terendam air.

Investigasi lebih lanjut mengungkap fakta mengejutkan terkait pengerjaan jembatan tersebut. Berdasarkan data sistem pengadaan, proyek non-tender tersebut dimenangkan oleh CV Gavriel Mandiri Jaya.

Namun, penelusuran di lapangan memicu dugaan bahwa alamat perusahaan pemenang yang tercantum di Komplek Ruko Verbena, Jl. Boulevard Grand Depok City, diduga fiktif atau tidak ditemukan aktivitas perkantoran yang sesuai. Hal ini memunculkan kecurigaan terkait kredibilitas pelaksana proyek yang berdampak pada kualitas pekerjaan di lapangan. (Nv)

 

 

  • Penulis: depokfaktual.com

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kota Depok Terapkan UHC Kembali, Diprediksi Juni Tahun Ini 

    Kota Depok Terapkan UHC Kembali, Diprediksi Juni Tahun Ini 

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle depokfaktual.com
    • visibility 46
    • 0Komentar

    DEPOKFAKTUAL | DEPOK – Anggota DPRD Kota Depok, Ade Firmansyah, menyatakan optimismenya bahwa layanan Universal Health Coverage (UHC) di Kota Depok dapat segera aktif kembali dalam waktu dekat. Target pemulihan layanan kesehatan menyeluruh bagi warga Depok ini diproyeksikan terealisasi pada Juni tahun ini. Ade mengungkapkan bahwa komitmen untuk mengembalikan status UHC telah menjadi kesepakatan bersama […]

  • LSM PENJARA Soroti Dugaan Jual Beli Proyek di Dinas PUPR Kota Depok

    LSM PENJARA Soroti Dugaan Jual Beli Proyek di Dinas PUPR Kota Depok

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle depokfaktual.com
    • visibility 53
    • 0Komentar

    DEPOK FAKTUAL | DEPOK – Belum usai polemik dugaan pungutan liar (pungli) buku kontrak, Pemerintah Kota Depok kembali diguncang isu miring. Kali ini, dugaan praktik jual beli proyek di lingkup Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok mencuat ke publik dan menuai sorotan tajam dari aktivis antikorupsi. Ketua LSM PENJARA, Tompay Baraba, mengungkapkan […]

  • Pelebaran Jalan Enggram dan Pemuda Hampir Rampung, BPN Depok: 94 Persen Lahan Sudah Bebas

    Pelebaran Jalan Enggram dan Pemuda Hampir Rampung, BPN Depok: 94 Persen Lahan Sudah Bebas

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle depokfaktual.com
    • visibility 118
    • 0Komentar

    DEPOK FAKTUAL, GDC — Pelaksanaan pelebaran Jalan Raya Sawangan dari arah Depok Satu – Bojongsari yang melalui Jalan Enggram dan Jalan Pemuda dengan membebaskan lahan milik warga Kecamatan Sawangan sudah mencapai 94 persen dilakukan. “Data terakhir pembebasan lahan milik warga yang terdampak pelebaran Jalan Raya Sawangan mencapai 94 persen atau dari target pembebasan lahan 58 […]

  • Sukses Gelar Ikabento Fair 2025, Hamzah Ingin Bangun Kawasan Pujasera sebagai Ikon Kuliner Depok

    Sukses Gelar Ikabento Fair 2025, Hamzah Ingin Bangun Kawasan Pujasera sebagai Ikon Kuliner Depok

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle depokfaktual.com
    • visibility 113
    • 0Komentar

    DEPOK FAKTUAL, BAKTI JAYA — Pagelaran acara Ikatan Alumni Benteng Barito (Ikabento) Fair di Mall Pesona Square, Sabtu (15/11/2025) yang menyajikan beragam produk UMKM Depok serta pengembangan kreativitas anak muda berlangsung meriah dan ramai dikunjungi oleh masyarakat kota Depok. Sebagai bentuk apresiasi, Ketua Umum Ikabento Fair 2025, Hamzah, menyatakan akan menginisiasi kawasan pujasera untuk UMKM […]

  • KPK Jaring Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dalam OTT di Jawa Tengah

    KPK Jaring Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dalam OTT di Jawa Tengah

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle depokfaktual.com
    • visibility 75
    • 0Komentar

    DEPOKFAKTUAL.COM | JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, pada Selasa (3/3/2026). Penangkapan ini dikonfirmasi langsung oleh pihak lembaga antirasuah tersebut. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo membenarkan bahwa tim penindakan telah mengamankan sang Bupati bersama beberapa pihak lainnya di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah. “Tim mengamankan sejumlah […]

  • Dugaan Penganiayaan oleh Oknum TNI AL di Depok: Satu Tewas, Satu Luka-Luka

    Dugaan Penganiayaan oleh Oknum TNI AL di Depok: Satu Tewas, Satu Luka-Luka

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle depokfaktual.com
    • visibility 138
    • 0Komentar

    DEPOK FAKTUAL, TAPOS — Insiden tragis terjadi di Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos, Depok, pada Jumat (2/1/2026) dini hari. Seorang pria bernama Wajir Ali Tuankota (24) dinyatakan meninggal dunia, sementara rekannya, Dede Naigrata (39), harus menjalani perawatan intensif akibat luka lebam setelah diduga menjadi korban penganiayaan. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 04.30 WIB ini bermula saat […]

expand_less