News Update
light_mode

Polisi Ungkap Motif Keji di Balik Pembunuhan Pemuda Asal Depok: Berawal dari Pinjaman Uang yang Ditolak

  • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DEPOK FAKTUAL, BOJONGGEDE– Misteri di balik pembunuhan sadis terhadap seorang pemuda asal Depok, berinisial AN, akhirnya terkuak. Polisi berhasil mengungkap motif dan menetapkan tiga tersangka dalam kasus yang menggemparkan warga Bojonggede, Kabupaten Bogor, itu.

Jasad korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan di sebuah rumah kontrakan di Desa Rawa Panjang, Bojonggede, pada Senin (3/11/2025) dini hari. Dari hasil penyelidikan, polisi mengungkap bahwa pembunuhan tersebut dilakukan oleh tiga orang pria, masing-masing berinisial MFR (28), MEO (28), dan AS (29).

Kasat Reskrim Polres Metro Depok, Kompol Made Gede Oka, mengatakan, kasus ini berawal dari perkenalan antara korban dan salah satu pelaku melalui media sosial.
“Kasus ini bermula ketika MEO berkenalan dengan korban melalui Facebook. Selanjutnya, mereka chatting di grup Facebook dan bersepakat untuk bertemu bersama-sama atau nongkrong di rumah salah satu tersangka, yang menjadi TKP pembunuhan,” ujar Made, Rabu (5/11/2025).

Menurut keterangan saksi dan hasil pemeriksaan penyidik, korban datang ke rumah kontrakan milik MEO di kawasan Rawa Panjang sekitar pukul 22.00 WIB, Minggu (2/11/2025). Suasana awal pertemuan berlangsung santai, hingga kemudian situasi berubah menegangkan.

“Selanjutnya, salah satu tersangka yaitu MEO meminjam uang kepada korban dengan alasan untuk persalinan ataupun biaya persalinan pacarnya. Namun permintaan itu ditolak oleh korban,” jelas Made.

Penolakan tersebut rupanya memicu emosi tersangka. Diduga karena tersulut rasa malu dan dendam, MEO kemudian menyerang korban dengan bantuan dua rekannya, MFR dan AS. Korban sempat mencoba melarikan diri, namun dikejar dan ditangkap kembali oleh para pelaku.

Dalam kondisi tak berdaya, korban mengalami kekerasan fisik hingga tewas di tempat. Setelah memastikan korban meninggal dunia, para pelaku berusaha menutupi jejak dengan menyembunyikan jasadnya di dalam kontrakan. Namun aksi mereka akhirnya terbongkar setelah warga sekitar mencium bau menyengat dari rumah tersebut dan melaporkannya kepada aparat kepolisian.

“Begitu mendapat laporan warga, kami langsung melakukan olah TKP dan menemukan jasad korban dengan luka di beberapa bagian tubuh. Dari hasil penyelidikan, tiga orang berhasil kami amankan dan kini telah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Kompol Made.

Ketiga pelaku kini mendekam di tahanan Polres Metro Depok dan dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau pidana mati.

Polisi masih mendalami kemungkinan adanya pelaku lain yang turut membantu aksi keji tersebut. Sementara itu, keluarga korban meminta agar para pelaku dijatuhi hukuman seberat-beratnya atas perbuatan kejam mereka.

“Korban dikenal sebagai anak baik dan tidak punya masalah dengan siapa pun. Kami sangat terpukul atas kejadian ini,” ujar salah satu kerabat korban dengan nada sedih.

Kasus ini menjadi perhatian publik di Depok dan sekitarnya, sekaligus menjadi peringatan bahwa pertemanan di media sosial harus disikapi dengan hati-hati, karena bisa menjadi jebakan yang berujung maut.

 

  • Penulis: depokfaktual.com

Rekomendasi Untuk Anda

  • BPN Depok Dituding ‘Sarang Mafia Tanah’, Ahli Waris Depkes di Panmas Jadi Korban Selama Puluhan Tahun

    BPN Depok Dituding ‘Sarang Mafia Tanah’, Ahli Waris Depkes di Panmas Jadi Korban Selama Puluhan Tahun

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle depokfaktual.com
    • visibility 121
    • 0Komentar

    DEPOK FAKTUAL, PANCORAN MAS — Warga Depok, Rita Sari, secara lantang menuding Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Depok sebagai “sarangnya mafia tanah”. Tuduhan serius ini dilayangkan terkait dugaan penggelapan 49 sertifikat ahli waris tanah Departemen Kesehatan (Depkes) yang berlokasi di wilayah Pancoran Mas. Menurut Rita Sari, aksi perampasan aset warga ini sudah berlangsung sejak puluhan […]

  • Diduga, Fasos-Fasum di Sukmajaya Depok Dijadiin Gudang Jual Beli Online, Warga Protes

    Diduga, Fasos-Fasum di Sukmajaya Depok Dijadiin Gudang Jual Beli Online, Warga Protes

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle depokfaktual.com
    • visibility 52
    • 0Komentar

    DEPOK– Sebuah bangunan gudang yang digunakan untuk aktivitas jual beli online di Jalan Pertanian RT 01 RW 04, Sukmajaya, , menjadi sorotan warga. Gudang tersebut diduga berdiri di atas lahan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum). Berdasarkan informasi yang dihimpun, pihak pengelola (GDC) disebut telah melayangkan surat kepada pemilik bangunan agar segera melakukan pembongkaran. Namun, […]

  • Dewan Penasihat Kadin Depok Terkejut Ada yang Mengaku Ketua KADIN Depok

    Dewan Penasihat Kadin Depok Terkejut Ada yang Mengaku Ketua KADIN Depok

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle depokfaktual.com
    • visibility 103
    • 0Komentar

      DEPOKFAKTUAL.COM – Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Depok, Haji Sarmilih yang dikenal dengan sapaan Lurah Dewa, mengaku terkejut dengan adanya pihak yang masih mengaku sebagai Ketua Kadin Kota Depok. Hal tersebut disampaikannya di kediamannya di kawasan Sukmajaya, Sabtu (28/2/2026). Tokoh senior Kota Depok itu menilai, klaim sepihak tersebut berpotensi memicu kebingungan […]

  • Tak Sekadar Hijau, Ketua RT Kasno Gagas Pemanfaatan Lahan Tidur Produktif di Depok

    Tak Sekadar Hijau, Ketua RT Kasno Gagas Pemanfaatan Lahan Tidur Produktif di Depok

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle depokfaktual.com
    • visibility 129
    • 0Komentar

    DEPOK FAKTUAL, GDC — Ketua RT 08 RW 10 Pemekaran, Kelurahan Sukmajaya Kecamatan Sukmajaya, Kasno mulai merealisasikan salah satu janji kampanyenya melalui program penghijauan lingkungan. Program tersebut diwujudkan dengan pemanfaatan lahan tidur untuk ditanami 5.000 pohon alpukat menggunakan sistem tumpang sari dengan tanaman nanas. Kegiatan penanaman dilakukan di lahan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos–fasum) […]

  • Perempuan Tewas Terlindas Bus di Jatijajar, Tragedi Pagi Hari yang Membuka Luka Lama Transportasi Kota

    Perempuan Tewas Terlindas Bus di Jatijajar, Tragedi Pagi Hari yang Membuka Luka Lama Transportasi Kota

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle depokfaktual.com
    • visibility 150
    • 0Komentar

    DEPOK FAKTUAL, JATIJAJAR — Sebuah kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di depan Terminal Jatijajar, Depok, pada Senin pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Seorang perempuan dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian setelah terjatuh ke badan jalan dan kemudian terlindas bus yang melaju di jalur yang sama. Berdasarkan keterangan awal saksi mata di lokasi, insiden bermula saat […]

  • Natal Kota Depok Berlangsung Khidmat, Gubernur Jabar Tekankan Nilai Cinta dan Toleransi

    Natal Kota Depok Berlangsung Khidmat, Gubernur Jabar Tekankan Nilai Cinta dan Toleransi

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle depokfaktual.com
    • visibility 96
    • 0Komentar

    DEPOK FAKTUAL, PANCORAN MAS — Perayaan Natal tingkat Kota Depok berlangsung dengan penuh kekhidmatan di Gereja Bethel Indonesia (GBI) yang berlokasi di Jalan Kamboja Nomor 18, RT 01/RW 13, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, pada Minggu (25/1/2026). Ibadah Natal bersama ini dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat H. Dedi Mulyadi, S.H., M.M., Wali Kota Depok Supian […]

expand_less