News Update
light_mode

Setu Pladen Terancam, Aktivis Lingkungan Mendesak Pemkot Depok Ambil Langkah Nyata

  • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DEPOK FAKTUAL, MARGONDA — Aktivis dan penggiat lingkungan Kota Depok, Boges Marhaen, mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Depok untuk segera melakukan konservasi menyeluruh terhadap Setu Pladen. Desakan tersebut disampaikan menyusul masih buruknya kondisi lingkungan dan minimnya pengelolaan kawasan danau yang seharusnya menjadi wilayah resapan air dan ruang terbuka hijau ramah lingkungan.

Boges yang aktif mengamati dan mengawasi rencana pengerukan sedimen lumpur bebas, limbah banjir, serta sampah di Setu Pladen menilai hingga kini permasalahan lingkungan di kawasan tersebut belum ditangani secara optimal. Ia menyebut, masih ditemukan tumpukan sampah di badan danau, sepadan setu, serta minimnya penghijauan di area sekitar danau.

“Di Kali Gendong belum ada jaring sampah yang memadai, sehingga aliran air masih penuh lumpur dan sampah. Selain itu, lalu lintas air antara Kali Gendong dan muara Setu Pladen masih menggenang dan berpotensi memperparah banjir,” ujar Boges.selasa (20/01/26)

Tak hanya persoalan lingkungan, Boges juga menyoroti aspek keamanan kawasan Setu Pladen. Menurutnya, minimnya penerangan di sepadan danau serta ketiadaan CCTV yang terintegrasi dengan Pos Banjir Setu Pladen menjadikan kawasan tersebut rawan disalahgunakan, mulai dari tawuran remaja hingga tindak kriminal lainnya.

Dalam tuntutan aksinya, Boges Marhaen menyampaikan tujuh poin utama kepada Pemkot Depok. Di antaranya menolak pemasangan jaring besi di inlet Setu Pladen tanpa dilengkapi paranet dan bak penampung sementara, pemberdayaan pemuda lokal dan aktivis lingkungan untuk pengawasan sampah dengan dukungan anggaran CSR atau kemitraan dinas terkait, serta pembentukan Satgas Tindak Pidana Ringan (Tipiring) bagi pelaku pembuangan sampah dan pembakaran limbah sesuai Perda yang berlaku.

Selain itu, ia meminta Dinas PUPR segera memasang rantai di pintu gerbang area Posko Banjir Setu Pladen dengan sistem buka tutup pukul 22.00 WIB hingga 06.00 WIB, pemasangan CCTV di titik-titik rawan, serta penambahan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di seluruh area Setu Pladen.

“Pengerukan sedimen lumpur dan sampah di Kali Gendong juga harus segera dilakukan, termasuk pelebaran drainase di Jalan Ridwan Rais, Jalan AR Hakim, Jalan Kembang Beji hingga flyover AR Hakim,” tegasnya.

Tak kalah penting, Boges juga meminta Badan Aset Daerah untuk menginventarisasi aset Garis Sepadan Danau (GSS) dan anak sungai Setu Pladen agar diperuntukkan sebagai lahan hijau dan hutan kota. Ia berharap Wali Kota Depok turun langsung melakukan monitoring kegiatan konservasi Setu Pladen dan setu-setu lainnya, khususnya dalam aspek pengawasan, perawatan, serta pelestarian hutan kota, sungai, dan danau.

“Konservasi Setu Pladen harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan, bukan sekadar proyek sesaat. Ini demi keselamatan lingkungan dan kenyamanan warga Depok,” pungkas Boges.

  • Penulis: depokfaktual.com

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aksi LSM Gedor di Balai Kota Depok, Kritik Bangunan Bermasalah dan Dugaan Praktik Suap

    Aksi LSM Gedor di Balai Kota Depok, Kritik Bangunan Bermasalah dan Dugaan Praktik Suap

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle depokfaktual.com
    • visibility 68
    • 0Komentar

    DEPOK FAKTUAL , BALAIKOTA — Gerakan Depok Bersatu (Gedor) menggelar unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Depok sebagai bentuk desakan kepada Pemerintah Kota Depok agar bersikap tegas terhadap keberadaan bangunan usaha yang diduga tidak mengantongi izin resmi. Aksi tersebut dipimpin oleh tokoh Gedor, Eman Sutriadi, yang menegaskan pentingnya penegakan hukum tanpa mengorbankan tata ruang […]

  • Mata Wanita Warga Sawangan Ini Buta Permanen Sebelah Kiri, Usai KDRT dari Suaminya 

    Mata Wanita Warga Sawangan Ini Buta Permanen Sebelah Kiri, Usai KDRT dari Suaminya 

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle depokfaktual.com
    • visibility 71
    • 0Komentar

    DEPOK FAKTUAL, SAWANGAN — Seorang wanita berinisial AA dilaporkan mengalami luka berat hingga kehilangan penglihatan permanen pada mata kiri, diduga akibat aksi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan oleh suaminya. Insiden brutal tersebut terjadi pada Selasa, 23 Desember 2025, sekitar pukul 15.30 WIB, di wilayah Bedahan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok. Mengacu pada keterangan dalam […]

  • Skandal Lahan Permata Asri: Dugaan Kongkalikong Pejabat dan Amarah Warga yang Memuncak

    Skandal Lahan Permata Asri: Dugaan Kongkalikong Pejabat dan Amarah Warga yang Memuncak

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle depokfaktual.com
    • visibility 77
    • 0Komentar

    DEPOK FAKTUAL, MARGONDA — Ketegangan mencapai titik didih di jantung Kota Depok. Gerakan Jaringan Pemantau Anggaran dan Advokasi Warga (Gerakan Jari Pandawa) meluncurkan aksi protes keras, membongkar tabir dugaan penyelewengan lahan Fasilitas Sosial dan Fasilitas Umum (Fasos-Fasum) di Perumahan Permata Asri. Publik harus tahu, bahwa di atas lahan yang seharusnya milik publik tersebut, kini berdiri […]

  • District Taskforce Kota Depok Bahas Restrukturisasi dan Prioritas Advokasi HIV 2026

    District Taskforce Kota Depok Bahas Restrukturisasi dan Prioritas Advokasi HIV 2026

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle depokfaktual.com
    • visibility 148
    • 0Komentar

    DEPOK FAKTUAL, PANCORAN MAS — District Taskforce (DTF) Kota Depok menggelar *Quarterly Community District Taskforce Meeting* BL 157 sebagai bagian dari upaya penguatan tata kelola, konsolidasi jejaring, dan penajaman agenda advokasi penanggulangan HIV dan AIDS di Kota Depok. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (27/1) di Rumah Makan Ayam Bakar Bu Siti, Pancoran Mas, Depok. Pertemuan […]

  • Satpol PP Depok: Investasi Tetap Didukung, Perizinan Tetap Harga Mati

    Satpol PP Depok: Investasi Tetap Didukung, Perizinan Tetap Harga Mati

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle depokfaktual.com
    • visibility 71
    • 0Komentar

    DEPOK FAKTUAL, MARGONDA – Pemerintah Kota Depok melalui Satpol PP menegaskan bahwa penghentian operasional Koat Coffee adalah murni langkah penegakan aturan, bukan bentuk pembatasan investasi. Kepala Satpol PP Depok, Dede Hidayat, menjelaskan bahwa pemerintah sangat terbuka bagi para pelaku usaha, asalkan setiap aktivitas bisnis dijalankan sesuai dengan legalitas dan regulasi yang berlaku Dede mengimbau para […]

  • Skandal Eksekusi Lahan: Ketua–Wakil Ketua PN Depok Terseret OTT KPK

    Skandal Eksekusi Lahan: Ketua–Wakil Ketua PN Depok Terseret OTT KPK

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle depokfaktual.com
    • visibility 34
    • 0Komentar

    DEPOK FAKTUAL, MARGONDA — Ketua dan Wakil Ketua Pengadilan Negeri (PN) Depok diduga meminta imbalan sebesar Rp1 miliar untuk mempercepat pelaksanaan eksekusi pengosongan lahan milik PT Karabha Digdaya (KD), sebuah perusahaan yang berada di bawah naungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Asep Guntur Rahayu, mengungkapkan bahwa […]

expand_less