News Update
light_mode

BPN Depok Dituding ‘Sarang Mafia Tanah’, Ahli Waris Depkes di Panmas Jadi Korban Selama Puluhan Tahun

  • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DEPOK FAKTUAL, PANCORAN MAS — Warga Depok, Rita Sari, secara lantang menuding Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Depok sebagai “sarangnya mafia tanah”. Tuduhan serius ini dilayangkan terkait dugaan penggelapan 49 sertifikat ahli waris tanah Departemen Kesehatan (Depkes) yang berlokasi di wilayah Pancoran Mas.

Menurut Rita Sari, aksi perampasan aset warga ini sudah berlangsung sejak puluhan tahun lamanya, dan ia bahkan menyebut Kepala Kelurahan Pancoran Mas, M. Soleh, turut terlibat.

Rita mengungkapkan rasa kekecewaannya yang mendalam terhadap tindakan tersebut: “Sungguh zalim apa yang mereka lakukan. Tega tega nya merampas harta warga sendiri, bahkan sejak tahun 1980 loh, apa ga takut nanti mati nya ya,” kata Rita kepada wartawan pada hari Kamis (6/11/2025).

Rita juga menyoroti peran Lurah Soleh, menuduhnya berdiam diri dan bahkan mendukung pergerakan para mafia tanah yang menjual aset-aset tersebut. Ia menambahkan, “Lurah Soleh itu parah juga. Dia diam saja melihat banyaknya mafia tanah berkeliaran di lahan warga,” ujarnya lagi.

Lebih lanjut, Rita mengkritik bahwa siapapun Kepala BPN Depok yang menjabat, upaya ahli waris untuk mengurus sertifikat selalu dipersulit.

Ia memberikan contoh perlakuan oknum staf BPN: “Salah satu staf di BPN Depok bernama Abi bilang SK Kinag hanya berlaku selama 15 tahun, itu kan gila. Staf lain bernama Galih bahkan tidak menjamin apakah sertifikat milik ahli bisa di proses. Sungguh keji perlakuan mereka,” paparnya.

Rita Sari meyakini bahwa pelaku utama dalam kasus penyerobotan tanah di Depkes, Panmas Depok, adalah oknum internal.

“Tidak lain tidak bukan, pelaku pasti dari Petugas BPN,” pungkasnya dengan yakin.

  • Penulis: depokfaktual.com

Rekomendasi Untuk Anda

  • Setu Pladen Terancam, Aktivis Lingkungan Mendesak Pemkot Depok Ambil Langkah Nyata

    Setu Pladen Terancam, Aktivis Lingkungan Mendesak Pemkot Depok Ambil Langkah Nyata

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle depokfaktual.com
    • visibility 134
    • 0Komentar

    DEPOK FAKTUAL, MARGONDA — Aktivis dan penggiat lingkungan Kota Depok, Boges Marhaen, mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Depok untuk segera melakukan konservasi menyeluruh terhadap Setu Pladen. Desakan tersebut disampaikan menyusul masih buruknya kondisi lingkungan dan minimnya pengelolaan kawasan danau yang seharusnya menjadi wilayah resapan air dan ruang terbuka hijau ramah lingkungan. Boges yang aktif mengamati dan mengawasi […]

  • Tak Sekadar Hijau, Ketua RT Kasno Gagas Pemanfaatan Lahan Tidur Produktif di Depok

    Tak Sekadar Hijau, Ketua RT Kasno Gagas Pemanfaatan Lahan Tidur Produktif di Depok

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle depokfaktual.com
    • visibility 66
    • 0Komentar

    DEPOK FAKTUAL, GDC — Ketua RT 08 RW 10 Pemekaran, Kelurahan Sukmajaya Kecamatan Sukmajaya, Kasno mulai merealisasikan salah satu janji kampanyenya melalui program penghijauan lingkungan. Program tersebut diwujudkan dengan pemanfaatan lahan tidur untuk ditanami 5.000 pohon alpukat menggunakan sistem tumpang sari dengan tanaman nanas. Kegiatan penanaman dilakukan di lahan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos–fasum) […]

  • Skandal Eksekusi Lahan: Ketua–Wakil Ketua PN Depok Terseret OTT KPK

    Skandal Eksekusi Lahan: Ketua–Wakil Ketua PN Depok Terseret OTT KPK

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle depokfaktual.com
    • visibility 37
    • 0Komentar

    DEPOK FAKTUAL, MARGONDA — Ketua dan Wakil Ketua Pengadilan Negeri (PN) Depok diduga meminta imbalan sebesar Rp1 miliar untuk mempercepat pelaksanaan eksekusi pengosongan lahan milik PT Karabha Digdaya (KD), sebuah perusahaan yang berada di bawah naungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Asep Guntur Rahayu, mengungkapkan bahwa […]

  • Hari Arak Bali ke-6 Jadi Momentum Penguatan Industri Arak dan Brem Bali

    Hari Arak Bali ke-6 Jadi Momentum Penguatan Industri Arak dan Brem Bali

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle depokfaktual.com
    • visibility 50
    • 0Komentar

    DEPOK FAKTUAL, BALI — Penguatan aspek legal dan tata kelola industri arak di Bali menjadi langkah krusial dalam menjaga keberlanjutan produk tradisional daerah. Momentum tersebut semakin berarti dengan diserahkannya izin produksi industri arak dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia kepada Pemerintah Provinsi Bali, yang secara simbolis diterima oleh Gubernur Bali, Wayan Koster. Terbitnya izin industri ini […]

  • Wali Kota Depok Siapkan Perombakan Struktur, Sejumlah Posisi Kadis Masih Kosong dan Sekda Ditunjuk Jadi Plt

    Wali Kota Depok Siapkan Perombakan Struktur, Sejumlah Posisi Kadis Masih Kosong dan Sekda Ditunjuk Jadi Plt

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle depokfaktual.com
    • visibility 87
    • 0Komentar

    DEPOK FAKTUAL, MARGONDA — Wali Kota Depok, H. Supian Suri, kembali berencana melakukan perombakan berupa rotasi, mutasi, serta promosi jabatan bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok. “Untuk mutasi nanti dikabarin, tunggu aja,” ujarnya pada (25/11/2025). Berdasarkan informasi di lapangan, masih terdapat beberapa posisi kepala dinas (kadis) di Pemkot Depok […]

  • Jeritan Hati dari Tepian Jalan Cipayung: Antara Proyek dan Keselamatan Jiwa

    Jeritan Hati dari Tepian Jalan Cipayung: Antara Proyek dan Keselamatan Jiwa

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle depokfaktual.com
    • visibility 65
    • 0Komentar

    DEPOK FAKTUAL, CIPAYUNG — Di sepanjang nadi Jalan Raya Cipayung–Pondok Terong, sebuah tanya besar kini menggantung di udara, seiring dengan hilangnya bilah-bilah besi guardrail yang selama ini menjadi “pelindung setia” para pengendara. Bagi warga, pembongkaran pembatas jalan ini bukan sekadar urusan teknis pembangunan, melainkan soal pertaruhan nyawa dan marwah aturan. Selama bertahun-tahun, pagar besi itu […]

expand_less