Natal Kota Depok Berlangsung Khidmat, Gubernur Jabar Tekankan Nilai Cinta dan Toleransi
- calendar_month Senin, 26 Jan 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DEPOK FAKTUAL, PANCORAN MAS — Perayaan Natal tingkat Kota Depok berlangsung dengan penuh kekhidmatan di Gereja Bethel Indonesia (GBI) yang berlokasi di Jalan Kamboja Nomor 18, RT 01/RW 13, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, pada Minggu (25/1/2026).
Ibadah Natal bersama ini dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat H. Dedi Mulyadi, S.H., M.M., Wali Kota Depok Supian Suri, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Gerindra H. Pradi Supriatna, Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras, S.I.K., Dandim 0508/Depok Letkol Inf Triano Igbal, jajaran Pemerintah Daerah, para tokoh agama, serta ribuan jemaat dari berbagai gereja di Kota Depok.
Kehadiran Gubernur Jawa Barat yang akrab disapa KDM menjadi perhatian tersendiri karena menunjukkan komitmen pemerintah dalam merawat kerukunan serta memperkuat toleransi antarumat beragama.
Momentum Natal ini juga menjadi ajang kebersamaan lintas elemen masyarakat guna memperkokoh persatuan dan menciptakan keharmonisan di tengah keberagaman.
Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi menegaskan bahwa esensi utama Natal terletak pada nilai cinta yang diwujudkan melalui kasih.
Cinta kasih dimaknai sebagai perasaan tulus yang lahir dari kepedulian, kebaikan, dan kasih sayang tanpa pamrih, baik kepada sesama maupun diri sendiri.
Nilai tersebut mendorong tindakan memberi dan menolong tanpa mengharapkan imbalan, serta menciptakan hubungan yang harmonis dan kebahagiaan bersama.
Cinta sejati juga ditandai dengan empati dan keinginan untuk melihat orang lain sejahtera, berbeda dari cinta yang bersifat egois atau posesif.
“Cinta yang luar biasa adalah hidup dalam kasih. Tanpa kasih, cinta tidak memiliki makna,” ungkapnya di hadapan para jemaat.
Ia menegaskan bahwa cinta sejati tidak mengenal sekat perbedaan. “Cinta tidak pernah mengenal batas. Ketika cinta hadir, ia mampu melampaui perbedaan suku, budaya, dan keyakinan,” ujar KDM.
Menurutnya, nilai cinta dan toleransi harus senantiasa dijaga dalam kehidupan bermasyarakat, terutama di wilayah dengan keberagaman tinggi seperti Jawa Barat.
“Ketika kita berpegang pada nilai cinta, perbedaan bukanlah sumber perpecahan, melainkan kekuatan untuk saling melengkapi,” pungkasnya.
- Penulis: depokfaktual.com
