Perempuan Tewas Terlindas Bus di Jatijajar, Tragedi Pagi Hari yang Membuka Luka Lama Transportasi Kota
- calendar_month Senin, 2 Feb 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DEPOK FAKTUAL, JATIJAJAR — Sebuah kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di depan Terminal Jatijajar, Depok, pada Senin pagi sekitar pukul 07.00 WIB.
Seorang perempuan dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian setelah terjatuh ke badan jalan dan kemudian terlindas bus yang melaju di jalur yang sama.
Berdasarkan keterangan awal saksi mata di lokasi, insiden bermula saat korban diduga bersenggolan dengan sebuah angkutan kota (angkot).
Senggolan tersebut membuat korban kehilangan keseimbangan, terjatuh, dan berada di posisi fatal tepat di kolong kendaraan besar.
Bus yang datang dari arah belakang tidak sempat menghindar, sehingga korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan di bagian roda kiri depan bus.
Peristiwa ini sontak menyita perhatian publik, bukan hanya karena korban jiwa, tetapi juga karena lokasi kejadian berada di kawasan padat transportasi umum, yang selama ini dikenal rawan pelanggaran lalu lintas.
Netizen Bereaksi: Dari Duka Menjadi Amarah Terpendam
Tak lama setelah kabar kecelakaan ini beredar di media sosial, kolom komentar dipenuhi respons publik.
Bukan sekadar ungkapan belasungkawa, amarah kolektif terhadap angkutan kota kembali mengemuka.
Salah satu komentar yang banyak mendapat dukungan menyebutkan bahwa Pemkot Depok diminta berani mengevaluasi bahkan mencabut izin operasional angkot yang dinilai tidak layak jalan dan membahayakan pengguna jalan lain.
Netizen menyoroti kondisi fisik angkot yang sudah tua, berkarat, hingga cara mengemudi sopir yang kerap ugal-ugalan.
Komentar lain menguatkan tudingan tersebut. Beberapa warganet mengaku sering melihat angkot berhenti mendadak, memotong jalur tanpa isyarat, dan berebut penumpang tanpa memperhatikan keselamatan.
Bahkan, ada yang membandingkan dengan sistem transportasi di Jakarta, di mana angkutan umum sudah berada di bawah kendali pemerintah daerah dan memiliki SOP pengemudi yang lebih ketat.
“Masalahnya bukan cuma kecelakaan hari ini, tapi pola lama yang terus dibiarkan,” tulis salah satu netizen.
Tragedi Ini Bukan Insiden Tunggal
Di balik kecelakaan ini, publik seakan diingatkan pada satu fakta pahit: korban bukan yang pertama, dan bisa jadi bukan yang terakhir, jika sistem transportasi perkotaan terus berjalan tanpa pembenahan serius.
Peristiwa di Jatijajar membuka kembali diskusi besar soal: kelayakan armada angkutan umum,
kualitas dan pengawasan pengemudi,
serta keberanian pemerintah daerah mengambil keputusan tidak populer demi keselamatan publik.
Ironisnya, angkot yang sejatinya hadir sebagai solusi mobilitas masyarakat justru kerap dipersepsikan sebagai sumber ancaman di jalan raya.
- Penulis: depokfaktual.com
