News Update
light_mode

Skandal Eksekusi Lahan: Ketua–Wakil Ketua PN Depok Terseret OTT KPK

  • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DEPOK FAKTUAL, MARGONDA — Ketua dan Wakil Ketua Pengadilan Negeri (PN) Depok diduga meminta imbalan sebesar Rp1 miliar untuk mempercepat pelaksanaan eksekusi pengosongan lahan milik PT Karabha Digdaya (KD), sebuah perusahaan yang berada di bawah naungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Asep Guntur Rahayu, mengungkapkan bahwa operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK berujung pada penetapan lima orang tersangka.

Kelima tersangka tersebut adalah I Wayan Eka Mariarta (EKA) selaku Ketua PN Depok, Bambang Setyawan (BBG) selaku Wakil Ketua PN Depok, Yohansyah Maruanaya (YOH) yang menjabat sebagai jurusita PN Depok, Trisnadi Yulrisman (TRI) selaku Direktur Utama PT Karabha Digdaya, serta Berliana Tri Kusuma (BER) selaku Head Corporate Legal PT KD.

“KPK melakukan penahanan terhadap para tersangka untuk 20 hari pertama, terhitung sejak 6 hingga 25 Februari 2026. Seluruh tersangka ditahan di Rumah Tahanan Negara Cabang Gedung Merah Putih KPK,” ujar Asep dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat malam, 6 Februari 2026.

Asep kemudian memaparkan konstruksi perkara. Pada 2023, PN Depok mengabulkan gugatan PT KD dalam sengketa lahan seluas sekitar 6.500 meter persegi yang berlokasi di Kecamatan Tapos, Kota Depok, Jawa Barat, melawan pihak masyarakat.

Putusan tersebut selanjutnya dikuatkan melalui proses banding dan kasasi, sehingga memiliki kekuatan hukum tetap. Berdasarkan putusan itu, pada Januari 2025 PT KD mengajukan permohonan eksekusi pengosongan lahan ke PN Depok. Namun hingga Februari 2025, eksekusi tersebut belum juga dilaksanakan.

“PT KD beberapa kali mengajukan permohonan eksekusi karena lahan tersebut akan segera dimanfaatkan. Di sisi lain, pihak masyarakat mengajukan upaya hukum Peninjauan Kembali (PK) pada Februari 2025,” jelas Asep.

Dalam situasi tersebut, EKA dan BBG kemudian menunjuk Yohansyah sebagai perantara atau “satu pintu” untuk menghubungkan kepentingan PT KD dengan PN Depok. Yohansyah diminta menjalin komunikasi informal terkait permintaan fee sebesar Rp1 miliar kepada PT KD melalui Berliana selaku Head Corporate Legal.

Yohansyah dan Berliana lalu bertemu di sebuah restoran di Depok untuk membahas jadwal pelaksanaan eksekusi sekaligus permintaan imbalan guna mempercepat proses tersebut. Hasil pertemuan itu kemudian disampaikan Berliana kepada Trisnadi selaku Direktur Utama PT KD. Namun pihak perusahaan menyatakan keberatan atas nilai fee yang diminta.

“Dalam perkembangannya, BER dan YOH menyepakati nilai fee sebesar Rp850 juta untuk percepatan eksekusi,” ungkap Asep.

Selanjutnya, Bambang menyusun resume pelaksanaan eksekusi riil yang menjadi dasar diterbitkannya penetapan eksekusi pengosongan lahan oleh Ketua PN Depok pada 14 Januari 2026. Yohansyah kemudian melaksanakan eksekusi pengosongan lahan di lokasi sengketa.

Usai pelaksanaan eksekusi, Berliana menyerahkan uang sebesar Rp20 juta kepada Yohansyah. Tak lama berselang, pada Februari 2026, Berliana kembali bertemu Yohansyah di sebuah lapangan golf dan menyerahkan uang sebesar Rp850 juta. Dana tersebut berasal dari pencairan cek dengan dasar pembayaran invoice fiktif PT SKBB Consulting Solusindo, yang tercatat sebagai konsultan PT Karabha Digdaya.

 

  • Penulis: depokfaktual.com

Rekomendasi Untuk Anda

  • Munas XI APRISINDO Tegaskan Penguatan Industri Alas Kaki Nasional dan Daya Saing Global

    Munas XI APRISINDO Tegaskan Penguatan Industri Alas Kaki Nasional dan Daya Saing Global

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle depokfaktual.com
    • visibility 48
    • 0Komentar

    DEPOK FAKTUAL, JAKARTA — Asosiasi Persepatuan Indonesia (APRISINDO) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) XI pada Rabu (21/1/2026) di Ruang Singosari, Hotel Borobudur, Jakarta. Forum tertinggi organisasi ini menjadi momentum strategis untuk merumuskan arah kebijakan, melakukan konsolidasi pelaku industri, serta memperkuat peran APRISINDO dalam menghadapi dinamika industri alas kaki, baik di tingkat nasional maupun global. Munas XI […]

  • Bikers Subuhan Depok Angkat Isu Hijrah di Tengah Budaya FOMO dan Flexing

    Bikers Subuhan Depok Angkat Isu Hijrah di Tengah Budaya FOMO dan Flexing

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle depokfaktual.com
    • visibility 63
    • 0Komentar

    DEPOK FAKTUAL, SAWANGAN — Di tengah maraknya budaya Fear of Missing Out (FOMO) dan flexing di media sosial, Bikers Subuhan Depok akan menggelar kegiatan Subuhan Berjamaah, Kajian & Riding Bareng pada Ahad, 8 Februari 2026, bertempat di Masjid Jami’ Al Iman, Telaga Golf Sawangan, Depok. Kegiatan ini akan menghadirkan Koh Dondy Tan dan Ustadz Bayu […]

  • Satpol PP Depok: Investasi Tetap Didukung, Perizinan Tetap Harga Mati

    Satpol PP Depok: Investasi Tetap Didukung, Perizinan Tetap Harga Mati

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle depokfaktual.com
    • visibility 71
    • 0Komentar

    DEPOK FAKTUAL, MARGONDA – Pemerintah Kota Depok melalui Satpol PP menegaskan bahwa penghentian operasional Koat Coffee adalah murni langkah penegakan aturan, bukan bentuk pembatasan investasi. Kepala Satpol PP Depok, Dede Hidayat, menjelaskan bahwa pemerintah sangat terbuka bagi para pelaku usaha, asalkan setiap aktivitas bisnis dijalankan sesuai dengan legalitas dan regulasi yang berlaku Dede mengimbau para […]

  • Tak Sekadar Hijau, Ketua RT Kasno Gagas Pemanfaatan Lahan Tidur Produktif di Depok

    Tak Sekadar Hijau, Ketua RT Kasno Gagas Pemanfaatan Lahan Tidur Produktif di Depok

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle depokfaktual.com
    • visibility 59
    • 0Komentar

    DEPOK FAKTUAL, GDC — Ketua RT 08 RW 10 Pemekaran, Kelurahan Sukmajaya Kecamatan Sukmajaya, Kasno mulai merealisasikan salah satu janji kampanyenya melalui program penghijauan lingkungan. Program tersebut diwujudkan dengan pemanfaatan lahan tidur untuk ditanami 5.000 pohon alpukat menggunakan sistem tumpang sari dengan tanaman nanas. Kegiatan penanaman dilakukan di lahan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos–fasum) […]

  • Perselisihan hukum antara produser berpengalaman dan perusahaan rumah produksi film PT Verona Indah Picture kembali menjadi sorotan publik akibat dugaan pelanggaran kesepakatan kerja sama yang berlangsung selama bertahun-tahun di industri perfilman nasional.

    Gugatan Co-Producer Senior Soroti PT Verona Indah Pictures Tbk: Perusahaan Terbuka Seharusnya Menjunjung Transparansi dan Punya Etika

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle depokfaktual.com
    • visibility 88
    • 0Komentar

    DEPOK FAKTUAL, JAKARTA — Sengketa hukum antara sineas senior Dwi Ilalang dan PT Verona Indah Pictures Tbk kini menarik perhatian publik bukan hanya karena menyangkut industri produksi sinema elektronik nasional, tetapi juga karena melibatkan perusahaan terbuka yang wajib menjunjung Good Corporate Governance (GCG) serta transparansi terhadap publik dan investor. Gugatan perdata bernomor 711/PDT.G/2025/PN.Jkt.Brt ini menuding […]

  • Harga Material Naik, Utang Menumpuk: Kontraktor Menanti Janji Bayar Pemkab Bogor

    Harga Material Naik, Utang Menumpuk: Kontraktor Menanti Janji Bayar Pemkab Bogor

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle depokfaktual.com
    • visibility 56
    • 0Komentar

    DEPOK FAKTUAL, BOGOR — Sebanyak 101 kontraktor mendatangi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor. Mereka duduk satu meja, menagih hak atas proyek yang telah rampung dikerjakan, namun pembayarannya tak kunjung diterima. Di ruang diskusi itu, kegelisahan para pengusaha konstruksi mengendap bersama janji pemerintah daerah yang kembali diucapkan. Salah seorang kontraktor, Jhoni, menyebut […]

expand_less