News Update
light_mode

BEI, PEFINDO, IIF dan BRIDS Gelar Edukasi Credit Enhancement untuk Dukung Penerbitan Surat Utang Korporasi yang Lebih Aman dan Menarik

  • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DEPOK FAKTUAL, JAKARTA  — PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) memproyeksikan penerbitan surat utang korporasi di Indonesia pada tahun 2026 tetap kuat dengan nilai berada pada kisaran Rp154 triliun hingga Rp196,9 triliun, dengan estimasi titik tengah sekitar Rp175,8 triliun, didorong terutama oleh kebutuhan refinancing utang yang jatuh tempo, optimalisasi struktur pendanaan, serta kondisi suku bunga yang relatif lebih kondusif dibanding tahun-tahun sebelumnya.

 

Sentimen investor, khususnya investor institusi domestik, diperkirakan tetap positif terhadap obligasi korporasi sebagai instrumen investasi yang stabil di tengah volatilitas pasar, sehingga pasar surat utang pada 2026 dipandang masih menjadi salah satu sumber pendanaan utama bagi perusahaan, meskipun kemungkinan tidak setinggi lonjakan penerbitan yang terjadi pada 2025.

 

Sebagai langkah optimisme menghadapi iklim inevstasi yang kondusif di tahun 2026, Bursa Efek Indonesia (BEI), PEFINDO, Indonesia Infrastructure Finance (IIF) dan BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) menggelar seminar bertajuk “Optimalisasi Penerbitan Surat Utang dengan Credit Enhancement” yang bertujuan untuk memberikan edukasi dan memperkaya wawasan pelaku usaha terkait penerbitan surat utang yang lebih aman dan menarik dengan layanan credit enhancement (peningkatan peringkat kredit) oleh IIF, berlokasi di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

 

Layanan credit enhancement oleh IIF menjadi salah satu faktor kunci dalam meningkatkan daya tarik dan kualitas penerbitan surat utang korporasi di pasar modal. Melalui pemberian penjaminan kredit, proses pemeringkatan yang lebih kuat, serta dukungan struktur transaksi yang prudent, credit enhancement memungkinkan penerbit memperoleh peringkat kredit yang lebih baik dan biaya pendanaan yang lebih kompetitif.

 

Presiden Direktur IIF Rizki Pribadi Hasan mengungkapkan bahwa layanan credit enhancement IIF ini merupakan katalis bagi pasar surat utang. “Skema ini tidak hanya memperkuat kepercayaan investor, tetapi juga memperluas basis investor dan mendorong keberhasilan penerbitan obligasi, sekaligus mendukung pembiayaan jangka panjang yang berkelanjutan bagi sektor infrastruktur dan korporasi strategis di Indonesia,” ujar Rizki.

 

Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia, Bapak I Gede Nyoman Yetna menyampaikan bahwa PT Bursa Efek Indonesia secara aktif menyelenggarakan program sosialisasi dan konsultasi kepada calon penerbit efek di seluruh Indonesia yang dilakukan dengan stakeholders pasar modal. “Program sosialisasi dan konsultasi ditujukan untuk mendorong penerbitan segala jenis efek tidak terkecuali Efek Bersifat Utang dan Sukuk yang dapat dilakukan dengan skema credit enhancement,” ujar Bapak Nyoman.

 

Direktur Utama PEFINDO Irmawati menegaskan bahwa metodologi pemeringkatan PEFINDO memperhitungkan layanan credit enhancement atau garansi atas surat utang sebagai faktor untuk menaikkan rating surat utang. “Surat utang yang diterbitkan oleh suatu korporasi bisa mendapat rating yang sama dengan IIF, apabila mendapat garansi penuh melalui credit enhancement dari IIF,” ungkap Irmawati.

 

Sejalan dengan IIF, BEI, dan PEFINDO, BRIDS sebagai salah satu penjamin emisi di Indonesia juga menyampaikan optimismenya terhadap layanan credit enhancement dari IIF terhadap iklim investasi di pasar surat utang. “Dukungan credit enhancement dari IIF memberikan nilai tambah yang signifikan dalam proses penerbitan surat utang korporasi. Dengan struktur penjaminan yang kuat dan peringkat kredit yang lebih baik, penerbitan obligasi menjadi lebih kredibel di mata investor, sekaligus memungkinkan penetapan biaya pendanaan yang lebih efisien,” ujar Plt. Direktur Utama BRIDS, Fifi Virgantria.

 

BEI, PEFINDO, IIF, dan BRIDS berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan industri pasar modal, khususnya pasar surat utang dengan memberi pemahaman yang lebih komprehensif bagi pelaku usaha mengenai pemanfaatan layanan credit enhancement. Credit Enhancement bukanlah hal baru, namun belum seluruh pelaku pasar memahami fungsi dan mekanismenya dengan jelas. Sejatinya, credit enhancement dari lembaga yang kuat dan kredibel seperti IIF ini dapat mendukung penerbitan surat utang yang lebih berkualitas, berkelanjutan, dan sejalan dengan upaya pendalaman pasar modal Indonesia.

  • Penulis: depokfaktual.com

Rekomendasi Untuk Anda

  • LAKRI Endus Dugaan Korupsi Pengadaan Barang Disdik Depok TA 2025 Senilai Puluhan Miliar

    LAKRI Endus Dugaan Korupsi Pengadaan Barang Disdik Depok TA 2025 Senilai Puluhan Miliar

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle depokfaktual.com
    • visibility 72
    • 0Komentar

    depokfaktual.com | DEPOK – Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia (LAKRI) menyoroti sejumlah proyek pengadaan barang di Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok Tahun Anggaran 2025 yang diduga janggal. Temuan ini mencakup pengadaan papan tulis interaktif, alat tulis, hingga mebel dengan total nilai mencapai puluhan miliar rupiah yang dinilai tidak transparan dalam sasaran distribusi dan rincian penggunaannya. […]

  • Ketua PWOIN Depok Resmi Polisikan HR Atas Dugaan Fitnah dan Pencemaran Nama Baik Lewat Media Sosial

    Ketua PWOIN Depok Resmi Polisikan HR Atas Dugaan Fitnah dan Pencemaran Nama Baik Lewat Media Sosial

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle depokfaktual.com
    • visibility 203
    • 0Komentar

    DEPOK FAKTUAL, MARGONDA — Dunia pers Kota Depok memanas. Ketua Pengurus Cabang Persatuan Wartawan Online Independen Nusantara (PWOIN) Kota Depok, J. Benny Gerungan, resmi menempuh jalur hukum dengan melaporkan seorang oknum berinisial HR ke Polres Metro Depok atas dugaan tindak pidana pencemaran nama baik dan fitnah melalui media elektronik. Laporan ini teregistrasi dengan Nomor: LP/B/41/I/2026/SPKT/POLRES […]

  • Isu Suap Satpol PP Terbantahkan, Polemik Koat Coffee Ternyata Berawal dari Dugaan Penggelapan

    Isu Suap Satpol PP Terbantahkan, Polemik Koat Coffee Ternyata Berawal dari Dugaan Penggelapan

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle depokfaktual.com
    • visibility 105
    • 0Komentar

    DEPOK FAKTUAL, PANCORAN MAS — Polemik yang sempat memanas di sepanjang Jalan Siliwangi, Pancoran Mas, Depok, kini mulai reda. Di tengah lalu lintas yang padat dan tajamnya sorotan publik terhadap aktivitas usaha Koat Coffee, isu dugaan aliran uang kepada oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok kini dipastikan tidaklah berdasar sama sekali. Tuduhan […]

  • Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Resmi Tersangka, KPK Dalami Dugaan Korupsi Proyek Outsourcing

    Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Resmi Tersangka, KPK Dalami Dugaan Korupsi Proyek Outsourcing

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle depokfaktual.com
    • visibility 69
    • 0Komentar

    depokfaktual.com JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, sebagai tersangka menyusul Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan pada Selasa (3/3/2026) dini hari. Fadia terlihat keluar dari Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu siang (4/3/2026) dengan mengenakan rompi oranye tahanan. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyatakan bahwa penetapan tersangka didasarkan […]

  • Andi Tatang Supriyadi Bagikan Tips Aman Transaksi Jual Beli Tanah di Depok

    Andi Tatang Supriyadi Bagikan Tips Aman Transaksi Jual Beli Tanah di Depok

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle depokfaktual.com
    • visibility 68
    • 0Komentar

    DEPOK | depokfaktual.com  Transaksi jual beli tanah menjadi salah satu investasi yang diminati banyak orang, namun di balik potensi keuntungannya, terdapat risiko besar yang mengintai, yaitu praktik mafia tanah. Untuk melindungi masyarakat Depok dari kerugian akibat penipuan dalam transaksi tanah, Andi Tatang Supriyadi memberikan edukasi dan tips penting agar masyarakat lebih berhati-hati dan teliti dalam […]

  • Harga Material Naik, Utang Menumpuk: Kontraktor Menanti Janji Bayar Pemkab Bogor

    Harga Material Naik, Utang Menumpuk: Kontraktor Menanti Janji Bayar Pemkab Bogor

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle depokfaktual.com
    • visibility 104
    • 0Komentar

    DEPOK FAKTUAL, BOGOR — Sebanyak 101 kontraktor mendatangi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor. Mereka duduk satu meja, menagih hak atas proyek yang telah rampung dikerjakan, namun pembayarannya tak kunjung diterima. Di ruang diskusi itu, kegelisahan para pengusaha konstruksi mengendap bersama janji pemerintah daerah yang kembali diucapkan. Salah seorang kontraktor, Jhoni, menyebut […]

expand_less