News Update
light_mode

Jeritan Hati dari Tepian Jalan Cipayung: Antara Proyek dan Keselamatan Jiwa

  • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DEPOK FAKTUAL, CIPAYUNG — Di sepanjang nadi Jalan Raya Cipayung–Pondok Terong, sebuah tanya besar kini menggantung di udara, seiring dengan hilangnya bilah-bilah besi guardrail yang selama ini menjadi “pelindung setia” para pengendara. Bagi warga, pembongkaran pembatas jalan ini bukan sekadar urusan teknis pembangunan, melainkan soal pertaruhan nyawa dan marwah aturan.

Selama bertahun-tahun, pagar besi itu berdiri tegak, menjadi benteng terakhir yang menjaga kendaraan agar tidak terperosok ke dalam aliran kali yang mengintai di sisi jalan. Ia adalah penanda batas, pemandu arah, dan pemberi rasa aman bagi setiap warga yang melintas. Kini, ketika besi-besi itu dicopot, rasa aman itu seolah ikut tercerabut.

“Ini bukan sekadar besi, ini aset negara yang dibeli dengan uang rakyat. Jangan asal bongkar tanpa dasar hukum. Jika tanpa izin, ini bukan lagi pembangunan, tapi bisa jadi tindak pidana,” keluh seorang warga dengan nada getir pada Rabu (09/01/2026).

Di Balik Bayang-Bayang Proyek “Diam-Diam”
Dugaan kuat muncul bahwa pembongkaran ini demi membuka akses jembatan baru. Namun, di tengah keriuhan alat berat, ada keheningan informasi yang menyakitkan bagi warga.

Status Jalan: Sebagai jalur strategis yang diduga jalan nasional atau provinsi, setiap jengkal perubahannya wajib tunduk pada izin resmi, bukan selera pribadi.

Kepentingan Siapa?: Warga bertanya-tanya, untuk siapa akses ini dibuka di saat jembatan lama sebenarnya masih ada?

Keadilan Hukum: Ada kekhawatiran mendalam jika kedekatan dengan kekuasaan dijadikan “tiket sakti” untuk menabrak prosedur.

Harapan pada Keadilan dan Keterbukaan
Masyarakat Cipayung menegaskan bahwa mereka tidaklah anti-kemajuan. Mereka menyambut investasi, namun menolak anarki administratif. Mereka rindu melihat kota yang tertata, di mana aturan berdiri lebih tegak daripada kepentingan golongan.

“Ini wilayah kota, bukan hutan rimba,” tegas warga. Mereka kini mengetuk pintu hati para pemangku kebijakan di Dinas Pekerjaan Umum dan instansi terkait untuk tidak diam seribu bahasa. Warga hanya meminta satu hal: kejujuran. Jika izinnya ada, tunjukkan pada publik. Jika tidak, hentikan sebelum keselamatan rakyat benar-benar menjadi korbannya.

@Apakah Anda ingin saya mengubah fokus narasinya menjadi lebih formal atau mungkin menekankan pada aspek hukum pidananya?

  • Penulis: depokfaktual.com

Rekomendasi Untuk Anda

  • PSI Depok Salurkan 2000 Ikat Kangkung, Klaim Dorong Ketahanan Pangan Berbasis Pertanian

    PSI Depok Salurkan 2000 Ikat Kangkung, Klaim Dorong Ketahanan Pangan Berbasis Pertanian

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle depokfaktual.com
    • visibility 137
    • 0Komentar

    DEPOK FAKTUAL, TAPOS — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Depok melaksanakan kegiatan Ketahanan Pangan Indonesia pada Minggu, 28 Desember 2025. Kegiatan ini diwujudkan melalui pembagian 2.000 ikat kangkung kepada masyarakat Kota Depok sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap penguatan ketahanan pangan berbasis sektor pertanian. Sebanyak 2.000 ikat kangkung tersebut merupakan dukungan dari […]

  • Gebrakan Satu Tahun Presiden Prabowo: Pangkas Ribuan BUMN Menjadi 250 Entitas demi Efisiensi Rp50 Triliun

    Gebrakan Satu Tahun Presiden Prabowo: Pangkas Ribuan BUMN Menjadi 250 Entitas demi Efisiensi Rp50 Triliun

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle depokfaktual.com
    • visibility 77
    • 0Komentar

    depokfaktual.com JAKARTA – Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto tengah menyiapkan transformasi fundamental terhadap struktur Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dalam target ambisius, jumlah entitas BUMN yang saat ini mencapai lebih dari seribu akan dipangkas secara drastis menjadi hanya 250 entitas dalam kurun waktu satu tahun. Wakil Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN, Aminuddin […]

  • Sinergi Atasi Banjir dan Macet, Kadin Depok Dukung Penuh Strategi DPUPR Tahun 2027

    Sinergi Atasi Banjir dan Macet, Kadin Depok Dukung Penuh Strategi DPUPR Tahun 2027

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle depokfaktual.com
    • visibility 78
    • 0Komentar

    depokfaktual.com DEPOK – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok resmi memaparkan strategi prioritas tahun 2027 untuk menjawab tantangan kronis kota, banjir dan kemacetan. Rencana strategis ini mendapat dukungan kuat dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Depok sebagai mitra strategis pemerintah. Dalam Forum Rencana Kerja (Renja) yang digelar di Kantor DPUPR, Jalan […]

  • Dua Dekade Lebih Berkarya, Komunitas Fotografi Pertama di Depok ‘BOLAMATA’ Rayakan HUT ke-23

    Dua Dekade Lebih Berkarya, Komunitas Fotografi Pertama di Depok ‘BOLAMATA’ Rayakan HUT ke-23

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle depokfaktual.com
    • visibility 113
    • 0Komentar

    DEPOK FAKTUAL, BOGOR – Persatuan Pekerja Seni Fotografi BOLAMATA, komunitas fotografi tertua dan perintis di Kota Depok, sukses menggelar perayaan hari jadinya yang ke-23. Acara bertajuk “Milangkala 23Th BOLAMATA” ini diselenggarakan pada Selasa, 27 – 28 Januari 2026, bertempat di Villa Elbrus, Megamendung, Kabupaten Bogor. Sejak dideklarasikan pada tahun 2002, BOLAMATA telah menjadi wadah utama […]

  • KEPATUTAN BERPIKIR AWAK ORGANISASI : Meritokrasi sebagai Fondasi Ketenagaan Organisasi dan Etos Pengabdian

    KEPATUTAN BERPIKIR AWAK ORGANISASI : Meritokrasi sebagai Fondasi Ketenagaan Organisasi dan Etos Pengabdian

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle depokfaktual.com
    • visibility 130
    • 0Komentar

    (Oleh: Eko Bintara Saktiawan) Organisasi yang sehat, kuat, dan berkelanjutan tidak hanya ditopang oleh struktur, regulasi, dan prosedur kerja, melainkan terutama oleh cara berpikir, cara bersikap, dan orientasi batin awak organisasinya. Dalam konteks inilah prinsip meritokrasi menjadi fondasi utama ketenagaan organisasi, yaitu suatu sistem yang menempatkan kompetensi, integritas, dan kinerja sebagai dasar pengelolaan sumber daya […]

  • Mobil Terbakar di Tol Cijago Tak Bisa Dievakuasi, Korban Diduga Diminta Bayar ‘Ganti Aspal’

    Mobil Terbakar di Tol Cijago Tak Bisa Dievakuasi, Korban Diduga Diminta Bayar ‘Ganti Aspal’

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle depokfaktual.com
    • visibility 258
    • 0Komentar

    DEPOK FAKTUAL , CINERE – Insiden mobil terbakar di ruas Tol Cinere–Jagorawi (Cijago), Depok, Jawa Barat, menyisakan polemik serius. Korban mengaku dimintai sejumlah uang sebagai biaya pengganti kerusakan aspal sebelum kendaraan yang hangus terbakar dapat dievakuasi dari lokasi kejadian. Dugaan tersebut kini resmi dilaporkan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Peristiwa itu terjadi […]

expand_less