News Update
light_mode

APBD 2026 Ditetapkan: DPRD Fokus Kawal Kesehatan, Pendidikan, dan Infrastruktur Warga Depok

  • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DEPOK FAKTUAL , GDC — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok resmi mengesahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026.

Penetapan ini dilakukan dalam Rapat Paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Kota Depok, Ade Supriyatna, pada Kamis (27/11/2025) di Gedung DPRD Depok.

APBD 2026 ditetapkan sebesar Rp4,39 triliun, yang mencerminkan penyesuaian anggaran berupa penurunan sekitar Rp342 miliar dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski begitu, DPRD memastikan fokus utama anggaran tetap pada peningkatan layanan publik dan penyelesaian berbagai persoalan daerah.

Ade Supriyatna, yang juga Ketua Badan Anggaran (Banggar), menegaskan bahwa arah kebijakan anggaran tidak berubah meskipun terjadi penurunan nilai APBD.

“Diketahui jumlah APBD 2026 turun sejumlah Rp 342 miliar dibandingkan APBD tahun anggaran 2025. Menurut pria yang juga sebagai Ketua Badan Anggaran (Banggar) ini, bahwa APBD Tahun Anggaran 2026 ini difokuskan untuk optimalisasi anggaran pelayanan publik serta penyelesaian masalah yang ada di daerah,” ujar Ade.

Ia menambahkan bahwa penyesuaian anggaran ini tetap diarahkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Walaupun memang pasti setiap masa ada masalahnya, dan itu kita optimalkan lah dari anggaran yang ada. Ditetapkan sebesar Rp 4,39 triliun, turun Rp342 miliar,” tambahnya.

Dalam struktur APBD 2026, belanja daerah mencakup belanja operasi, belanja modal, serta belanja tidak terduga, dengan prioritas pada pemenuhan layanan dasar warga Depok.

Ade menegaskan komitmen lembaganya dalam mengawal implementasi anggaran tersebut.

“Jadi, kita akan kawal pelaksanaannya, yang pasti karena kita basisnya adalah di rakyat, kebutuhan-kebutuhan dasar lah yang lebih utamanya seperti pelayanan dasar kesehatan, pendidikan, infrastruktur dan sebagainya,” tuturnya.

Dukungan Pembangunan Flyover Juanda–Margonda

Terkait rencana pembangunan jalan layang strategis Juanda–Margonda yang dijadwalkan mulai digarap pada 2026, DPRD memberikan dukungan prinsip dalam kerangka politik anggaran. Ade menjelaskan bahwa persetujuan penuh tetap menunggu rampungnya kajian teknis.

“Ya, secara persetujuan prinsip di politik anggaran DPRD kita setujui, tapi prosesnya nanti tetap akan kita kawal. Ketika FS (Feasibility Study), kelayakannya sudah selesai dan DED selesai. Itu baru bisa diajukan secara resmi sebagai pengajuan pinjaman daerah, karena tanpa itu tidak bisa diajukan juga,” paparnya.

Defisit dan Skema Pembiayaan

Dalam penjelasannya, Ade turut memaparkan bahwa RAPBD 2026 mengalami defisit sebesar Rp230,7 miliar.

Kekurangan itu akan ditutup melalui mekanisme pembiayaan, termasuk pinjaman daerah serta pemanfaatan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa).

“Maka itu untuk menutupinya diantaranya yaitu melalui penerimaan pembiayaan pinjaman daerah sebesar Rp 82,5 miliar dan rencana silpa sebesar Rp 180 miliar,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa tren Silpa terus menurun dalam beberapa tahun terakhir.

“Jadi, memang sudah direncanakan, biasanya setiap tahun ada silpa. Tapi, silpa kita sudah semakin turun ya dari tahun ke tahun, tahun ini saja kan turun dari sekitar Rp 220 miliar pada 2025. Setelah kita pangkas lagi sekitar Rp 70 miliar untuk 2026 rencana silpanya,” tandas Ade.

  • Penulis: depokfaktual.com

Rekomendasi Untuk Anda

  • Munas XI APRISINDO Tegaskan Penguatan Industri Alas Kaki Nasional dan Daya Saing Global

    Munas XI APRISINDO Tegaskan Penguatan Industri Alas Kaki Nasional dan Daya Saing Global

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle depokfaktual.com
    • visibility 52
    • 0Komentar

    DEPOK FAKTUAL, JAKARTA — Asosiasi Persepatuan Indonesia (APRISINDO) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) XI pada Rabu (21/1/2026) di Ruang Singosari, Hotel Borobudur, Jakarta. Forum tertinggi organisasi ini menjadi momentum strategis untuk merumuskan arah kebijakan, melakukan konsolidasi pelaku industri, serta memperkuat peran APRISINDO dalam menghadapi dinamika industri alas kaki, baik di tingkat nasional maupun global. Munas XI […]

  • Penghentian UHC Depok Disorot Pengamat: Anggaran Tak Berpihak pada Kesehatan Warga

    Penghentian UHC Depok Disorot Pengamat: Anggaran Tak Berpihak pada Kesehatan Warga

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle depokfaktual.com
    • visibility 48
    • 0Komentar

    DEPOK FAKTUAL, MARGONDA — Penghentian program Universal Health Coverage (UHC) atau jaminan kesehatan semesta di Kota Depok menuai sorotan dari Pengamat Kebijakan Publik sekaligus Founder LS Vinus, Yusfitriadi. Ia menilai pengelolaan anggaran pemerintah daerah saat ini belum sepenuhnya menempatkan kebutuhan dasar masyarakat—khususnya layanan kesehatan—sebagai prioritas utama. Yusfitriadi menegaskan, dihentikannya UHC yang sejatinya menjamin akses layanan […]

  • Jeritan Hati dari Tepian Jalan Cipayung: Antara Proyek dan Keselamatan Jiwa

    Jeritan Hati dari Tepian Jalan Cipayung: Antara Proyek dan Keselamatan Jiwa

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle depokfaktual.com
    • visibility 64
    • 0Komentar

    DEPOK FAKTUAL, CIPAYUNG — Di sepanjang nadi Jalan Raya Cipayung–Pondok Terong, sebuah tanya besar kini menggantung di udara, seiring dengan hilangnya bilah-bilah besi guardrail yang selama ini menjadi “pelindung setia” para pengendara. Bagi warga, pembongkaran pembatas jalan ini bukan sekadar urusan teknis pembangunan, melainkan soal pertaruhan nyawa dan marwah aturan. Selama bertahun-tahun, pagar besi itu […]

  • Aktivis Lingkungan Dorong DPRD Depok Buka Audiensi, Soroti Menyusutnya Ruang Hijau, Sedimentasi Danau dan Potensi Banjir

    Aktivis Lingkungan Dorong DPRD Depok Buka Audiensi, Soroti Menyusutnya Ruang Hijau, Sedimentasi Danau dan Potensi Banjir

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle depokfaktual.com
    • visibility 166
    • 0Komentar

    DEPOK FAKTUAL, MARGONDA — Sejumlah komunitas dan penggiat lingkungan Kota Depok menyuarakan keprihatinan mendalam terhadap krisis lahan hijau, persoalan ekologis, dan ancaman banjir yang kian meningkat. Mereka mendesak Pimpinan DPRD Kota Depok segera menggelar audiensi dan memanggil sejumlah perangkat daerah terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Dinas PUPR SDA, Bappeda, Badan Aset, serta […]

  • Puluhan Nasabah Geruduk Kantor Cabang Aplikasi MBA di Depok, Dana Tak Bisa Ditarik

    Puluhan Nasabah Geruduk Kantor Cabang Aplikasi MBA di Depok, Dana Tak Bisa Ditarik

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle depokfaktual.com
    • visibility 72
    • 0Komentar

    DEPOK FAKTUAL, PANCORAN MAS – Puluhan nasabah yang mengaku menjadi korban dugaan penipuan investasi melalui aplikasi MBA mendatangi kantor cabang perusahaan di kawasan Mampang, Pancoran Mas, Kota Depok pada Senin (9/2/2026). Kedatangan para investor ini dipicu oleh ketidakmampuan mereka untuk menarik kembali dana yang telah mereka setorkan ke aplikasi tersebut. Menurut saksi di lokasi, para […]

  • Isu Suap Satpol PP Terbantahkan, Polemik Koat Coffee Ternyata Berawal dari Dugaan Penggelapan

    Isu Suap Satpol PP Terbantahkan, Polemik Koat Coffee Ternyata Berawal dari Dugaan Penggelapan

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle depokfaktual.com
    • visibility 64
    • 0Komentar

    DEPOK FAKTUAL, PANCORAN MAS — Polemik yang sempat memanas di sepanjang Jalan Siliwangi, Pancoran Mas, Depok, kini mulai reda. Di tengah lalu lintas yang padat dan tajamnya sorotan publik terhadap aktivitas usaha Koat Coffee, isu dugaan aliran uang kepada oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok kini dipastikan tidaklah berdasar sama sekali. Tuduhan […]

expand_less