Kamis, 15 Jan 2026

Jurnalisme Bencana Bukan Soal Kecepatan, PWI Depok Soroti Etika dan Empati Wartawan

  • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DEPOK FAKTUAL, DEPOK — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Depok menggelar diskusi nasional dalam tajuk ‘Posisi Strategis Jurnalis dalam Peliputan Kebencanaan’, khususnya bagaimana wartawan harus bersikap, bekerja, dan mengambil peran di tengah situasi darurat yang sarat kepentingan publik.

Forum ini tidak sekadar menjadi ruang berbagi pengetahuan, tetapi juga refleksi kritis atas praktik jurnalisme bencana yang kian diuji oleh kecepatan informasi dan tekanan popularitas.

Praktisi komunikasi dan kebencanaan, Ridwan Ewako, hadir sebagai pemateri utama dan menegaskan bahwa jurnalisme bencana menuntut lebih dari sekadar kecepatan.

Menurutnya, empati, ketepatan data, serta kesadaran akan tanggung jawab sejarah harus menjadi fondasi utama setiap liputan.

Ia mengingatkan bahwa pers nasional lahir dan tumbuh seiring perjuangan kemerdekaan Indonesia, sehingga wartawan sejatinya memikul amanah moral untuk menjaga keutuhan bangsa melalui karya jurnalistik yang beretika.

Ridwan menekankan bahwa tugas wartawan tidak berhenti pada penyampaian fakta, melainkan juga menjaga nalar publik agar tidak terjebak pada kepanikan, prasangka, dan disinformasi, terutama saat bencana melanda.

“Kita mengemban tanggung jawab sejarah. Pers Indonesia lahir di tengah gejolak perjuangan, dan itu menjadi landasan etik serta praktik kita sebagai wartawan, khususnya anggota PWI,” ujarnya di Kantor PWI Depok, Selasa (06/01/26).

Dalam konteks kekinian, ia menyoroti tantangan berat media arus utama yang harus berhadapan dengan derasnya arus informasi media sosial.

Menurut Ridwan, ruang digital kerap melahirkan klaim sepihak, opini tanpa dasar, hingga narasi yang memecah belah.

Pada situasi bencana, kondisi ini berpotensi memperkeruh keadaan, memicu kepanikan, bahkan menyudutkan korban maupun pihak tertentu tanpa konteks yang utuh.

“Media sosial membuat siapa saja merasa menjadi ahli. Di sinilah profesionalisme wartawan diuji, bagaimana memilah fakta, mengeliminasi hoaks, dan menghadirkan informasi yang menenangkan sekaligus mencerahkan publik,” tegasnya.

Ridwan juga mengkritisi kecenderungan menurunnya kualitas liputan bencana yang belakangan lebih berorientasi pada kecepatan dan jumlah klik. Ia menilai, praktik semacam itu sering mengorbankan akurasi, kedalaman, dan sensitivitas kemanusiaan.

Bahkan, tidak sedikit media yang enggan menurunkan wartawan langsung ke lokasi bencana, serta minim membekali jurnalis muda dengan pengetahuan dan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat di lapangan.

Sebagai pembanding, Ridwan menyinggung praktik jurnalisme bencana di Jepang yang dinilainya lebih beradab dan berorientasi pada kepentingan publik jangka panjang.

Media di negara tersebut, kata dia, sangat menjaga privasi dan martabat korban, menghindari eksploitasi kesedihan, serta menempatkan fungsi edukasi dan peringatan dini sebagai prioritas utama.

“Di Jepang, hampir tidak ada foto jenazah atau tangisan korban diekspos berlebihan. Fokusnya adalah bagaimana media membantu masyarakat memahami risiko dan bersiap menghadapi bencana,” jelasnya.

Menutup pemaparannya, Ridwan menegaskan bahwa wartawan yang meliput bencana sesungguhnya sedang menentukan posisi etiknya di hadapan publik.

Ia menekankan pentingnya mengedepankan empati sebelum mengejar eksklusivitas, melakukan verifikasi ketat sebelum menyebarkan informasi yang berpotensi viral, serta menghadirkan konteks dan solusi dalam setiap pemberitaan agar berita tidak berhenti sebagai laporan peristiwa, melainkan menjadi rujukan bagi pengambilan kebijakan.

“Saat bencana terjadi, wartawan dihadapkan pada pilihan: menjadi bagian dari solusi atau justru menjadi bagian dari masalah. Di titik itulah profesionalisme jurnalis menentukan wajah kemanusiaan dan martabat bangsa,” pungkasnya.

  • Penulis: depokfaktual.com

Rekomendasi Untuk Anda

  • Waspada Lonjakan Kasus: Mengenal Super Flu dan Cara Menghadapinya

    Waspada Lonjakan Kasus: Mengenal Super Flu dan Cara Menghadapinya

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 19
    • 0Komentar

    DEPOK FAKTUAL, MARGONDA – Dinas Kesehatan Kota Depok mengimbau warga untuk tetap tenang namun waspada terkait masuknya varian influenza A (H3N2) subclade K atau “super flu” ke Indonesia. Meski menular dengan cepat, pemerintah menyatakan situasi saat ini masih dalam kendali. Kepala Dinkes Depok, Mary Liziawati, menekankan pentingnya menjaga imunitas melalui pola makan bergizi, olahraga, dan […]

  • Aktivis Lingkungan Dorong DPRD Depok Buka Audiensi, Soroti Menyusutnya Ruang Hijau, Sedimentasi Danau dan Potensi Banjir

    Aktivis Lingkungan Dorong DPRD Depok Buka Audiensi, Soroti Menyusutnya Ruang Hijau, Sedimentasi Danau dan Potensi Banjir

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle depokfaktual.com
    • visibility 31
    • 0Komentar

    DEPOK FAKTUAL, MARGONDA — Sejumlah komunitas dan penggiat lingkungan Kota Depok menyuarakan keprihatinan mendalam terhadap krisis lahan hijau, persoalan ekologis, dan ancaman banjir yang kian meningkat. Mereka mendesak Pimpinan DPRD Kota Depok segera menggelar audiensi dan memanggil sejumlah perangkat daerah terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Dinas PUPR SDA, Bappeda, Badan Aset, serta […]

  • Bahas Finalisasi Raperda HAM, Bapemperda DPRD Depok Siapkan Regulasi Pertama di Indonesia di Level Daerah

    Bahas Finalisasi Raperda HAM, Bapemperda DPRD Depok Siapkan Regulasi Pertama di Indonesia di Level Daerah

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
    • account_circle depokfaktual.com
    • visibility 15
    • 0Komentar

    DEPOK FAKTUAL , MARGONDA — Upaya DPRD Kota Depok untuk menghadirkan payung hukum yang kuat dalam perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM) memasuki tahap penting. Melalui rapat kerja yang digelar Bapemperda bersama seluruh perangkat daerah (OPD) pada Kamis, 13 November 2025, pembahasan penyempurnaan draf Raperda Penyelenggaraan HAM mulai difinalisasi. Raperda yang merupakan inisiatif DPRD ini disebut-sebut […]

  • APBD 2026 Ditetapkan: DPRD Fokus Kawal Kesehatan, Pendidikan, dan Infrastruktur Warga Depok

    APBD 2026 Ditetapkan: DPRD Fokus Kawal Kesehatan, Pendidikan, dan Infrastruktur Warga Depok

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle depokfaktual.com
    • visibility 12
    • 0Komentar

    DEPOK FAKTUAL , GDC — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok resmi mengesahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026. Penetapan ini dilakukan dalam Rapat Paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Kota Depok, Ade Supriyatna, pada Kamis (27/11/2025) di Gedung DPRD Depok. APBD 2026 ditetapkan sebesar Rp4,39 triliun, yang mencerminkan penyesuaian anggaran berupa […]

  • Ilustrasi wartawan

    35 Guru SD di Baktijaya Ikuti Workshop Penyusunan Penilaian Sumatif Akhir Semester

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • account_circle depokfaktual.com
    • visibility 11
    • 0Komentar

    DEPOK FAKTUAL, BAKTIJAYA — Sebanyak 35 guru dari tiga Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kelurahan Baktijaya, Kecamatan Sukmajaya, mengikuti Workshop Penyusunan Instrumen Penilaian Sumatif Akhir Semester yang digelar di SDN Baktijaya 6 pada Selasa (4/11/2025). Tiga sekolah yang berkolaborasi dalam kegiatan ini adalah SDN Baktijaya 4, SDN Baktijaya 6 sebagai tuan rumah, dan SDN Sugutamu. […]

  • Sukses Gelar Ikabento Fair 2025, Hamzah Ingin Bangun Kawasan Pujasera sebagai Ikon Kuliner Depok

    Sukses Gelar Ikabento Fair 2025, Hamzah Ingin Bangun Kawasan Pujasera sebagai Ikon Kuliner Depok

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle depokfaktual.com
    • visibility 13
    • 0Komentar

    DEPOK FAKTUAL, BAKTI JAYA — Pagelaran acara Ikatan Alumni Benteng Barito (Ikabento) Fair di Mall Pesona Square, Sabtu (15/11/2025) yang menyajikan beragam produk UMKM Depok serta pengembangan kreativitas anak muda berlangsung meriah dan ramai dikunjungi oleh masyarakat kota Depok. Sebagai bentuk apresiasi, Ketua Umum Ikabento Fair 2025, Hamzah, menyatakan akan menginisiasi kawasan pujasera untuk UMKM […]

expand_less