News Update
light_mode

Jurnalisme Bencana Bukan Soal Kecepatan, PWI Depok Soroti Etika dan Empati Wartawan

  • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DEPOK FAKTUAL, DEPOK — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Depok menggelar diskusi nasional dalam tajuk ‘Posisi Strategis Jurnalis dalam Peliputan Kebencanaan’, khususnya bagaimana wartawan harus bersikap, bekerja, dan mengambil peran di tengah situasi darurat yang sarat kepentingan publik.

Forum ini tidak sekadar menjadi ruang berbagi pengetahuan, tetapi juga refleksi kritis atas praktik jurnalisme bencana yang kian diuji oleh kecepatan informasi dan tekanan popularitas.

Praktisi komunikasi dan kebencanaan, Ridwan Ewako, hadir sebagai pemateri utama dan menegaskan bahwa jurnalisme bencana menuntut lebih dari sekadar kecepatan.

Menurutnya, empati, ketepatan data, serta kesadaran akan tanggung jawab sejarah harus menjadi fondasi utama setiap liputan.

Ia mengingatkan bahwa pers nasional lahir dan tumbuh seiring perjuangan kemerdekaan Indonesia, sehingga wartawan sejatinya memikul amanah moral untuk menjaga keutuhan bangsa melalui karya jurnalistik yang beretika.

Ridwan menekankan bahwa tugas wartawan tidak berhenti pada penyampaian fakta, melainkan juga menjaga nalar publik agar tidak terjebak pada kepanikan, prasangka, dan disinformasi, terutama saat bencana melanda.

“Kita mengemban tanggung jawab sejarah. Pers Indonesia lahir di tengah gejolak perjuangan, dan itu menjadi landasan etik serta praktik kita sebagai wartawan, khususnya anggota PWI,” ujarnya di Kantor PWI Depok, Selasa (06/01/26).

Dalam konteks kekinian, ia menyoroti tantangan berat media arus utama yang harus berhadapan dengan derasnya arus informasi media sosial.

Menurut Ridwan, ruang digital kerap melahirkan klaim sepihak, opini tanpa dasar, hingga narasi yang memecah belah.

Pada situasi bencana, kondisi ini berpotensi memperkeruh keadaan, memicu kepanikan, bahkan menyudutkan korban maupun pihak tertentu tanpa konteks yang utuh.

“Media sosial membuat siapa saja merasa menjadi ahli. Di sinilah profesionalisme wartawan diuji, bagaimana memilah fakta, mengeliminasi hoaks, dan menghadirkan informasi yang menenangkan sekaligus mencerahkan publik,” tegasnya.

Ridwan juga mengkritisi kecenderungan menurunnya kualitas liputan bencana yang belakangan lebih berorientasi pada kecepatan dan jumlah klik. Ia menilai, praktik semacam itu sering mengorbankan akurasi, kedalaman, dan sensitivitas kemanusiaan.

Bahkan, tidak sedikit media yang enggan menurunkan wartawan langsung ke lokasi bencana, serta minim membekali jurnalis muda dengan pengetahuan dan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat di lapangan.

Sebagai pembanding, Ridwan menyinggung praktik jurnalisme bencana di Jepang yang dinilainya lebih beradab dan berorientasi pada kepentingan publik jangka panjang.

Media di negara tersebut, kata dia, sangat menjaga privasi dan martabat korban, menghindari eksploitasi kesedihan, serta menempatkan fungsi edukasi dan peringatan dini sebagai prioritas utama.

“Di Jepang, hampir tidak ada foto jenazah atau tangisan korban diekspos berlebihan. Fokusnya adalah bagaimana media membantu masyarakat memahami risiko dan bersiap menghadapi bencana,” jelasnya.

Menutup pemaparannya, Ridwan menegaskan bahwa wartawan yang meliput bencana sesungguhnya sedang menentukan posisi etiknya di hadapan publik.

Ia menekankan pentingnya mengedepankan empati sebelum mengejar eksklusivitas, melakukan verifikasi ketat sebelum menyebarkan informasi yang berpotensi viral, serta menghadirkan konteks dan solusi dalam setiap pemberitaan agar berita tidak berhenti sebagai laporan peristiwa, melainkan menjadi rujukan bagi pengambilan kebijakan.

“Saat bencana terjadi, wartawan dihadapkan pada pilihan: menjadi bagian dari solusi atau justru menjadi bagian dari masalah. Di titik itulah profesionalisme jurnalis menentukan wajah kemanusiaan dan martabat bangsa,” pungkasnya.

  • Penulis: depokfaktual.com

Rekomendasi Untuk Anda

  • BEI, PEFINDO, IIF dan BRIDS Gelar Edukasi Credit Enhancement untuk Dukung Penerbitan Surat Utang Korporasi yang Lebih Aman dan Menarik

    BEI, PEFINDO, IIF dan BRIDS Gelar Edukasi Credit Enhancement untuk Dukung Penerbitan Surat Utang Korporasi yang Lebih Aman dan Menarik

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle depokfaktual.com
    • visibility 64
    • 0Komentar

    DEPOK FAKTUAL, JAKARTA  — PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) memproyeksikan penerbitan surat utang korporasi di Indonesia pada tahun 2026 tetap kuat dengan nilai berada pada kisaran Rp154 triliun hingga Rp196,9 triliun, dengan estimasi titik tengah sekitar Rp175,8 triliun, didorong terutama oleh kebutuhan refinancing utang yang jatuh tempo, optimalisasi struktur pendanaan, serta kondisi suku bunga yang […]

  • Mendes Yandri Resmikan Permendesa Nomor 16 Tahun 2025 untuk Akselerasi Kopdes Merah Putih

    Mendes Yandri Resmikan Permendesa Nomor 16 Tahun 2025 untuk Akselerasi Kopdes Merah Putih

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle depokfaktual.com
    • visibility 76
    • 0Komentar

    DEPOK FAKTUAL, JAKARTA – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto bersama Wakil Menteri Desa dan PDT Ariza Patria menghadiri rapat koordinasi terbatas terkait pelaksanaan program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta Pusat, pada Senin (12/1/2025). Rapat yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan […]

  • BPJS PBI Dinonaktifkan, Warga Depok Turun ke Balai Kota Bawa Ambulans

    BPJS PBI Dinonaktifkan, Warga Depok Turun ke Balai Kota Bawa Ambulans

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle depokfaktual.com
    • visibility 43
    • 0Komentar

    DEPOK FAKTUAL, BALAIKOTA — Sebagian warga di Depok menggelar aksi unjuk rasa di Balai Kota Depok, Senin (9/2), menolak penonaktifan kepesertaan BPJS Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK). Massa bahkan membawa ambulans sebagai simbol darurat kesehatan. Aksi tersebut menuntut Pemerintah Kota Depok segera mengambil langkah atas penghentian bantuan PBI-JK yang dinilai menyulitkan warga miskin mengakses […]

  • Ketua DPRD Depok Dorong Penambahan Kuota Penerima Insentif Bimroh Jadi 1.000 Orang di 2026

    Ketua DPRD Depok Dorong Penambahan Kuota Penerima Insentif Bimroh Jadi 1.000 Orang di 2026

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle depokfaktual.com
    • visibility 74
    • 0Komentar

    DEPOK FAKTUAL, CILODONG – Ketua DPRD Kota Depok, Ade Supriyatna, menyatakan komitmennya untuk mendorong peningkatan jumlah penerima manfaat insentif bagi para pembimbing rohani (Bimroh) pada tahun anggaran 2026. Langkah ini didorong oleh tingginya antusiasme masyarakat, terutama kalangan Majelis Taklim, serta besarnya peran pembimbing rohani dalam memperkuat nilai-nilai religius di tengah masyarakat. Sebagai legislator dari Fraksi […]

  • BPN Kota Depok Perkuat Sinergi dan Transparansi, Serapan Anggaran 2025 Tembus 98,80 Persen

    BPN Kota Depok Perkuat Sinergi dan Transparansi, Serapan Anggaran 2025 Tembus 98,80 Persen

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle depokfaktual.com
    • visibility 75
    • 0Komentar

    DEPOK FAKTUAL, GDC — Kantor Pertanahan (BPN) Kota Depok menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui prinsip sinergi, transparansi, dan kepatuhan terhadap aturan. Hal itu disampaikan dalam forum pemaparan kinerja dan dialog bersama pemangku kepentingan serta insan media. Kepala Kantor Pertanahan Kota Depok menekankan pentingnya kemitraan yang sehat antara institusi negara, masyarakat, dan […]

  • Depok Pastikan 13 Venue Porprov Jabar 2026 Siap, Empat di Antaranya Direnovasi

    Depok Pastikan 13 Venue Porprov Jabar 2026 Siap, Empat di Antaranya Direnovasi

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle depokfaktual.com
    • visibility 60
    • 0Komentar

    DEPOK FAKTUAL, SUKMAJAYA — Wali Kota Depok Supian Suri memastikan seluruh venue yang direnovasi untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026 telah siap digunakan dan mulai diresmikan pada Kamis, 8 Januari 2026. Kepastian itu disampaikan Supian usai meresmikan salah satu lapangan sepak bola di Stadion Mahakam, Kecamatan Sukmajaya. Depok sebagai tuan rumah menyiapkan 13 […]

expand_less