
DEPOK FAKTUAL, GDC — Ketua RT 08 RW 10 Pemekaran, Kelurahan Sukmajaya Kecamatan Sukmajaya, Kasno mulai merealisasikan salah satu janji kampanyenya melalui program penghijauan lingkungan.
Program tersebut diwujudkan dengan pemanfaatan lahan tidur untuk ditanami 5.000 pohon alpukat menggunakan sistem tumpang sari dengan tanaman nanas.
Kegiatan penanaman dilakukan di lahan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos–fasum) kawasan GDC Cluster New Anggrek 2 serta di lahan milik pribadi seluas 800 meter persegi di wilayah Tapos, Minggu (28/12/2025).
Kasno menjelaskan, program ini merupakan bentuk komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan produktivitas lahan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
“Bagaimanapun kondisi cuaca, rencana penghijauan lingkungan harus terus berjalan. Lahan tidur bisa diubah menjadi ruang hijau yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, program ini menggunakan metode tumpang sari, yaitu menanam pohon alpukat sebagai tanaman utama dan tanaman nanas di bagian bawahnya. Metode ini dinilai efektif karena memungkinkan kedua tanaman tumbuh dan berbuah secara bersamaan.
“Alpukat ditanam sebagai tanaman utama, sementara di bawahnya kita tanam nanas. Jadi, alpukat bisa berbuah, nanas juga bisa menghasilkan. Jika dikelola dengan baik, insyaallah dalam satu tahun sudah bisa memberikan hasil,” jelasnya.
Metode tumpang sari sendiri merupakan teknik pertanian dengan menanam dua atau lebih jenis tanaman secara bersamaan di lahan yang sama untuk mengoptimalkan hasil, menjaga kesuburan tanah, serta meminimalkan risiko gagal panen.
Melalui program ini, Kasno berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penghijauan di wilayah perkotaan semakin meningkat, sekaligus membuka peluang ekonomi berbasis pertanian ramah lingkungan di Kota Depok. (Hanny)
