Kamis, 15 Jan 2026

AMMAL Depok Geruduk Polres, Desak Penangkapan Pelaku Penganiayaan Maut di Tapos

  • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DEPOK FAKTUAL, MARGONDA — Situasi di depan Mapolres Metro Depok diwarnai ketegangan saat massa aksi dari Aliansi Masyarakat Maluku (AMMAL) Kota Depok mendatangi lokasi untuk menyampaikan dukungan moral kepada keluarga korban penganiayaan berujung maut yang terjadi di kawasan Tapos, Depok, pada Jumat (2/1/2026) dini hari.

Insiden memilukan tersebut menyebabkan satu korban meninggal dunia atas nama Wajir Ali Tuankota, sementara satu korban lainnya, Dede Naigrata, masih dalam kondisi kritis.

Ketua AMMAL, H. Moren, mengungkapkan rasa duka dan keprihatinan mendalam atas aksi main hakim sendiri yang menghilangkan nyawa seseorang.

Ia menegaskan bahwa setiap persoalan seharusnya diselesaikan melalui jalur hukum dengan melaporkannya kepada aparat terkait seperti Binmas, Pospol, atau Babinsa.

“Binatang saja kita diperintah untuk memperlakukannya secara baik, apalagi itu manusia. Dan dia meninggal, akhirnya kan anaknya, istrinya jadi janda dan tiga anak yang masih kecil-kecil,” ujar H. Moren dengan nada tegas saat menyampaikan pernyataannya di halaman Kantor Polres Metro Depok, Senin (5/1/2026).

Ia pun mendesak pihak kepolisian agar segera mengamankan pelaku lain dari unsur sipil yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.

“Oleh sebab itu, saya minta dengan tegas kepada Polres untuk segera menangkap pelaku lain sehingga diharapkan Kota Depok ini tidak ada lagi hal-hal seperti begitu,” lanjutnya.

H. Moren juga mengungkapkan informasi yang diterimanya dari kuasa hukum korban terkait dugaan keterlibatan oknum warga setempat.

“Tadi sesuai informasi dari lawyer, pelaku diduga adalah RT. RT setempat. RT Sukamaju Tapos,” ungkapnya.

Ia berharap aparat kepolisian dapat bertindak cepat dalam waktu 1×24 jam agar situasi tidak berkembang menjadi aksi massa yang tidak terkendali.

Menanggapi tuntutan tersebut, Humas Polres Metro Depok AKP Made Budi menegaskan bahwa pihaknya menangani perkara ini secara profesional, terbuka, dan terus berkoordinasi dengan TNI Angkatan Laut.

“Pelaku yang diduga merupakan anggota TNI AL saat ini masih dalam pemeriksaan di Pomal Bungur, dan beberapa saksi sudah juga kami mintakan keterangan terkait hal ini,” jelas AKP Made Budi.

Ia menyampaikan bahwa pelaku utama yang telah diamankan adalah seorang anggota TNI AL berpangkat Serda dengan inisial M.

Terkait kronologi, AKP Made menjelaskan bahwa peristiwa bermula pada Jumat (2/1/2026) sekitar pukul 04.30 WIB. Saat itu, kedua korban dibawa menggunakan mobil boks ke Polsek Cimanggis dalam kondisi luka berat sebelum akhirnya dilarikan ke RS Brimob.

Mengenai dugaan motif penganiayaan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap kemungkinan adanya transaksi ilegal yang melibatkan para korban.

“Tapi tentu hal ini terus kami dalami ya, berdasarkan bukti-bukti yang ada,” ujar AKP Made.

Ia menambahkan, dugaan tersebut menguat berdasarkan temuan percakapan yang tersimpan di telepon genggam.

Dalam kejadian itu, Serda M diduga menggunakan alat tertentu untuk menganiaya para korban.

“Serda M diduga melakukan penganiayaan ke kedua korban tersebut saat ini menggunakan sebilah selang. Sebilah selang panjang yang digunakan untuk melakukan penganiayaan atau pemukulan kepada kedua korban tersebut,” pungkasnya.

Hingga kini, Polres Metro Depok telah memeriksa lebih dari tiga orang saksi. Aparat kepolisian masih menelusuri barang bukti dan keterangan saksi guna memastikan ada atau tidaknya keterlibatan pihak sipil lain dalam aksi kekerasan tersebut.

  • Penulis: depokfaktual.com

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less