News Update
light_mode

Isu Suap Satpol PP Terbantahkan, Polemik Koat Coffee Ternyata Berawal dari Dugaan Penggelapan

  • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DEPOK FAKTUAL, PANCORAN MAS — Polemik yang sempat memanas di sepanjang Jalan Siliwangi, Pancoran Mas, Depok, kini mulai reda. Di tengah lalu lintas yang padat dan tajamnya sorotan publik terhadap aktivitas usaha Koat Coffee, isu dugaan aliran uang kepada oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok kini dipastikan tidaklah berdasar sama sekali. Tuduhan tersebut dinyatakan sebagai fitnah.

Kepala Satpol PP Kota Depok, Dede Hidayat, dengan tegas membantah kabar yang beredar luas di masyarakat. Di tengah riuhnya opini publik dan bisik-bisik kecurigaan, ia memastikan tidak ada satu pun anggota Satpol PP yang menerima uang dari pihak Koat Coffee. “Itu fitnah bang, gak ada itu,” ujarnya singkat namun tegas saat dikonfirmasi, Senin (5/1), lalu.

Nada serupa disampaikan Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah (Garda) Kota Depok, Hendar. Ia mengungkapkan bahwa seluruh anggotanya telah dimintai keterangan satu per satu. Hasilnya, tidak ditemukan adanya penerimaan uang. Bahkan sebaliknya, pihak Koat Coffee justru sempat datang dengan itikad menawarkan sejumlah uang, namun langsung ditolak.

Hendar menuturkan, persoalan bermula dari limpahan berkas pengawasan dan pengendalian (wasdal) yang berujung pada tindakan penyegelan tempat usaha Koat Coffee pada 12 November 2025. Namun, segel tersebut justru dicopot secara sepihak pada hari yang sama oleh pihak Koat Coffee. Sehari berselang, seorang pria datang ke kantor Satpol PP dan mengaku sebagai bagian dari manajemen Koat Coffee, dikenal dengan inisial BT.

Suasana di kantor Satpol PP kala itu berubah canggung. Menurut Hendar, pria tersebut berbicara dengan nada tinggi dan menawarkan uang secara terang-terangan. “Gua bayar aja dah nih, gua kasih duit nih lu,” ujar Hendar menirukan ucapan BT. Tawaran tersebut sontak ditolak mentah-mentah.

Hendar menduga pria itu datang dalam kondisi tidak sadar sepenuhnya. Cara berbicara yang melantur dan tidak nyambung menguatkan kecurigaan bahwa yang bersangkutan berada di bawah pengaruh alkohol. “Betul orang Koat, tapi kaya lagi mabuk. Ceritanya kaga nyambung,” katanya dengan logat Betawi.

BT disebut membawa sejumlah dokumen, mulai dari Izin Pemanfaatan Ruang (IPR) hingga dokumen UKL-UPL yang seharusnya diterbitkan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok. Ironisnya, dalam pengakuannya sendiri, BT menyebut ada tanda tangan warga yang dipalsukan—meski ia berdalih bukan pelakunya.

Terkait rekaman suara yang belakangan beredar, Hendar menduga itu merupakan upaya pengalihan isu. Ia menilai tudingan terhadap Satpol PP sengaja dilemparkan untuk menutupi dugaan penggelapan uang yang dilakukan oleh oknum tersebut.

“Dia sempat menawarkan uang dan kami tidak mau. Setelah itu isu ini disebar ke mana-mana. Kesimpulan sementara kami, uang yang mereka makan dilempar ke kita,” ungkapnya.

Kini, penanganan penyegelan dan kelanjutan kasus Koat Coffee sepenuhnya berada di tangan Pemerintah Kota Depok melalui tim terpadu. Tim ini diketuai oleh Asisten Administrasi dan Pemerintahan Nina Suzana, dengan Kasatpol PP sebagai Ketua Harian dan Sekretaris Daerah sebagai pembina.

Sementara itu, oknum BT telah diamankan aparat penegak hukum. Ia diduga menggelapkan dana dari delapan cabang Koat Coffee di berbagai daerah. Bahkan, manajer Koat Coffee yang saat ini menjabat juga menduga polemik yang menyeret nama usaha mereka lebih merupakan konflik internal. Uang disebut dibawa kabur, lalu memicu rentetan isu yang menyudutkan berbagai pihak.

Pemerintah Kota Depok menegaskan tidak akan ragu bertindak tegas apabila Koat Coffee terbukti mengabaikan aturan yang berlaku. Rapat tingkat kota pun telah digelar atas perintah Sekda. “Kami pemerintah tidak anti kritik,” tegas Hendar.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen Koat Coffee belum memberikan klarifikasi resmi pasca penyegelan tempat usaha mereka.

  • Penulis: depokfaktual.com

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wakil Ketua DPRD Depok Yeti Dorong Pembangunan Sekolah Satu Atap untuk Atasi Keterbatasan Lahan

    Wakil Ketua DPRD Depok Yeti Dorong Pembangunan Sekolah Satu Atap untuk Atasi Keterbatasan Lahan

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle depokfaktual.com
    • visibility 139
    • 0Komentar

    BICARA BERITA, DEPOK — Wakil Ketua DPRD Kota Depok dari Partai Gerindra, Yeti Wulandari menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan pembangunan sekolah satu atap atau sekolah terintegrasi di berbagai wilayah Kota Depok. Menurut Yeti, ide sekolah satu atap berawal dari keterbatasan lahan di Kota Depok yang hanya sekitar 200 kilometer persegi, namun dihuni oleh lebih dari […]

  • Awali Tugas Baru, Kajari Depok Arif Budiman Rangkul Insan Pers untuk Bangun Sinergi Penegakan Hukum yang Transparan

    Awali Tugas Baru, Kajari Depok Arif Budiman Rangkul Insan Pers untuk Bangun Sinergi Penegakan Hukum yang Transparan

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle depokfaktual.com
    • visibility 151
    • 0Komentar

      DEPOK FAKTUAL, GDC — Langkah awal Arif Budiman sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Depok dimulai dengan cara yang hangat dan penuh makna. Bukan dengan seremoni kaku atau sambutan formal, melainkan melalui coffee morning bersama para jurnalis di Aula Kejari Depok, Rabu (5/11). Suasana pagi itu terasa cair. Aroma kopi menyatu dengan percakapan ringan, namun […]

  • Refleksi Setahun Supian Suri Memimpin Depok, Akui ‘PR’ Masih Menumpuk

    Refleksi Setahun Supian Suri Memimpin Depok, Akui ‘PR’ Masih Menumpuk

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle depokfaktual.com
    • visibility 113
    • 0Komentar

    DEPOK FAKTUAL, MARGONDA — Wali Kota Depok, Supian Suri, mengakui bahwa dalam satu tahun kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Chandra Rahmansyah masih banyak persoalan yang perlu diselesaikan. Supian menyebut tahun pertama kepemimpinannya sebagai fase pembelajaran. Menurutnya setiap hari dijalani dengan mendengar aspirasi dan merasakan kebutuhan masyarakat. Ia yang menjabat untuk periode 2025–2030 setelah dilantik Presiden […]

  • Cara Cing Ikah Tingkatkan Budaya Minat Baca Pelajar Sejak Dini

    Cara Cing Ikah Tingkatkan Budaya Minat Baca Pelajar Sejak Dini

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle depokfaktual.com
    • visibility 141
    • 0Komentar

    DEPOK FAKTUAL, BALAI KOTA – Perkembangan era digital yang semakin masif khususnya dalam penggunaan gadget, menghadirkan perubahan kultur pada berbagai sektor kehidupan. Salah satu dampak yang paling terasa adalah penurunan minat baca di kalangan masyarakat, terutama generasi muda. Banyak anak muda yang lebih memilih untuk menghabiskan waktu di depan layar gadget daripada membaca buku. Kemudahan […]

  • Waspada Lonjakan Kasus: Mengenal Super Flu dan Cara Menghadapinya

    Waspada Lonjakan Kasus: Mengenal Super Flu dan Cara Menghadapinya

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 139
    • 0Komentar

    DEPOK FAKTUAL, MARGONDA – Dinas Kesehatan Kota Depok mengimbau warga untuk tetap tenang namun waspada terkait masuknya varian influenza A (H3N2) subclade K atau “super flu” ke Indonesia. Meski menular dengan cepat, pemerintah menyatakan situasi saat ini masih dalam kendali. Kepala Dinkes Depok, Mary Liziawati, menekankan pentingnya menjaga imunitas melalui pola makan bergizi, olahraga, dan […]

  • BGN: Masih Banyak Mitra SPPG Memark Up Bahan Baku Pangan MBG

    BGN: Masih Banyak Mitra SPPG Memark Up Bahan Baku Pangan MBG

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle depokfaktual.com
    • visibility 101
    • 0Komentar

    DEPOKFAKTUAL.COM Surakarta – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang mendapat banyak laporan tentang para mitra yang sering memarkup bahan baku pangan untuk dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ia mengingatkan para Kepala SPPG, Pengawas Keuangan, maupun Pengawas Gizi, agar tidak pernah mau berkompromi dengan Mitra SPPG dalam praktek curang yang mencemari program Makan […]

expand_less