News Update
light_mode

Kekuasaan: Antara Amanah Jabatan dan Ilusi Ketinggian

  • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Eko Bintara Saktiawan

1. Hakikat Relasi Ordinasi Hierarkis

Dalam relasi ordinasi hierarkis, kekuasaan hanyalah sebuah titipan peran, bukan mahkota yang melekat pada jiwa. Merujuk pada pemikiran para tokoh sosiologi dan organisasi:

* Émile Durkheim: Relasi adalah simpul keterikatan sosial yang menyatukan individu dalam satu sistem makna dan fungsi. Ia hidup dalam interaksi, bukan sebagai kuasa mutlak yang berdiri sendiri.

* Max Weber: Ordinasi adalah tatanan rasional-legal. Kewenangan dilekatkan pada jabatan, bukan pada individu yang memegangnya. Ia adalah mekanisme, bukan takhta.

* Henri Fayol: Hierarki adalah rantai bertingkat untuk tanggung jawab dan koordinasi demi keteraturan, bukan legitimasi untuk menundukkan sesama.

2. Pilar Utama Organisasi

Dalam setiap relasi organisasi, terdapat tiga elemen kunci yang saling mengikat:

* Tugas: Amanah kerja berupa serangkaian aktivitas yang harus dijalankan sesuai peran.

* Wewenang: Batas kuasa dan hak mengambil keputusan dalam koridor tertentu.

* Tanggung Jawab: Konsekuensi moral dan profesional atas setiap tindakan dan keputusan.

3. Ilusi Ketinggian dan Distorsi Kekuasaan

Seringkali, seorang superordinat terjebak pada “ilusi ketinggian”—merasa dirinya adalah pusat, bukan bagian dari sistem. Dari sinilah penyimpangan lahir:

* Wewenang berubah menjadi penindasan.

* Aturan dijadikan alat kepentingan, bukan amanah.

* Jabatan dianggap sebagai identitas abadi, padahal ia fana dan dibatasi oleh ruang, waktu, serta struktur.

4. Ironi “Insuperordinasi”

Ada ironi yang jarang disadari dalam dunia profesional. Kita mengenal insubordinasi sebagai pelanggaran dari bawah, namun jarang mengakui adanya insuperordinasi dari atas. Seolah-olah kesalahan hanya milik yang dipimpin. Padahal, keduanya memiliki peluang yang sama untuk menyimpang dari makna kewenangan yang sejatinya hanyalah titipan demi tujuan organisasi.

5. Dampak Salah Makna Jabatan

Ketika ego mengambil alih, terjadi pergeseran orientasi yang berbahaya:

* Dari Pelayanan ke Dominasi: Pemimpin merasa harus dilayani, bukan melayani.

* Dari Mitra ke Alat: Bawahan tidak lagi dipandang sebagai rekan kerja, melainkan alat pemenuh kehendak pribadi.

* Erosi Budaya Kerja: Rasa hormat berubah menjadi keterpaksaan, loyalitas menjadi ketakutan, dan kinerja kehilangan ruh pengabdiannya.

“Jika ingin mengetahui karakter seseorang, beri ia kekuasaan.”

— Abraham Lincoln.

Kekuasaan tidak mengubah manusia; ia hanya menyingkap siapa manusia itu sebenarnya. Jabatan tidak diciptakan untuk meninggikan derajat seseorang, melainkan untuk menertibkan peran. Di titik itulah makna kekuasaan diuji: apakah ia tetap menjadi amanah, atau jatuh menjadi sekadar dalih? (***)

 

  • Penulis: depokfaktual.com

Rekomendasi Untuk Anda

  • BPJS PBI Warga Depok Mendadak Nonaktif, DPRD Soroti Buruknya Integrasi Data

    BPJS PBI Warga Depok Mendadak Nonaktif, DPRD Soroti Buruknya Integrasi Data

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle depokfaktual.com
    • visibility 79
    • 0Komentar

    DEPOK FAKTUAL, MARGONDA – Sejumlah warga kurang mampu di Kota Depok mengeluhkan status kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang tiba-tiba dinonaktifkan, sehingga menghambat akses layanan kesehatan, termasuk dalam kondisi darurat. Keluhan tersebut disampaikan oleh Sekretaris DPC PDI Perjuangan sekaligus Anggota DPRD Kota Depok, H. Imam Turidi. Ia mengaku menerima laporan langsung dari masyarakat […]

  • Sukses Gelar Ikabento Fair 2025, Hamzah Ingin Bangun Kawasan Pujasera sebagai Ikon Kuliner Depok

    Sukses Gelar Ikabento Fair 2025, Hamzah Ingin Bangun Kawasan Pujasera sebagai Ikon Kuliner Depok

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle depokfaktual.com
    • visibility 113
    • 0Komentar

    DEPOK FAKTUAL, BAKTI JAYA — Pagelaran acara Ikatan Alumni Benteng Barito (Ikabento) Fair di Mall Pesona Square, Sabtu (15/11/2025) yang menyajikan beragam produk UMKM Depok serta pengembangan kreativitas anak muda berlangsung meriah dan ramai dikunjungi oleh masyarakat kota Depok. Sebagai bentuk apresiasi, Ketua Umum Ikabento Fair 2025, Hamzah, menyatakan akan menginisiasi kawasan pujasera untuk UMKM […]

  • BEI, PEFINDO, IIF dan BRIDS Gelar Edukasi Credit Enhancement untuk Dukung Penerbitan Surat Utang Korporasi yang Lebih Aman dan Menarik

    BEI, PEFINDO, IIF dan BRIDS Gelar Edukasi Credit Enhancement untuk Dukung Penerbitan Surat Utang Korporasi yang Lebih Aman dan Menarik

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle depokfaktual.com
    • visibility 97
    • 0Komentar

    DEPOK FAKTUAL, JAKARTA  — PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) memproyeksikan penerbitan surat utang korporasi di Indonesia pada tahun 2026 tetap kuat dengan nilai berada pada kisaran Rp154 triliun hingga Rp196,9 triliun, dengan estimasi titik tengah sekitar Rp175,8 triliun, didorong terutama oleh kebutuhan refinancing utang yang jatuh tempo, optimalisasi struktur pendanaan, serta kondisi suku bunga yang […]

  • Kejari Depok Bongkar Korupsi Pembelian Tanah PT APR, Kerugian Negara Rp56,6 Miliar

    Kejari Depok Bongkar Korupsi Pembelian Tanah PT APR, Kerugian Negara Rp56,6 Miliar

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle depokfaktual.com
    • visibility 72
    • 0Komentar

    DEPOK FAKTUAL, GDC — Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok mencokok dua pelaku terduga korupsi yang merugikan puluhan miliar rupiah. Lagu terduga korupsi ini memakan uang rakyat karena menggelapkan dana pembelian tanah oleh PT Adi Persada Real Estate (PT APR, kini PT Adi Persada Properti) yang terjadi pada 2012–2013. Bersamaan dengan itu pihak instansi negara terkait melalui […]

  • Pelebaran Jalan Enggram dan Pemuda Hampir Rampung, BPN Depok: 94 Persen Lahan Sudah Bebas

    Pelebaran Jalan Enggram dan Pemuda Hampir Rampung, BPN Depok: 94 Persen Lahan Sudah Bebas

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle depokfaktual.com
    • visibility 118
    • 0Komentar

    DEPOK FAKTUAL, GDC — Pelaksanaan pelebaran Jalan Raya Sawangan dari arah Depok Satu – Bojongsari yang melalui Jalan Enggram dan Jalan Pemuda dengan membebaskan lahan milik warga Kecamatan Sawangan sudah mencapai 94 persen dilakukan. “Data terakhir pembebasan lahan milik warga yang terdampak pelebaran Jalan Raya Sawangan mencapai 94 persen atau dari target pembebasan lahan 58 […]

  • Wakil Ketua DPRD Depok Tinjau Kompi Pertanian TNI, Dorong Sinergi Ketahanan Pangan Nasional

    Wakil Ketua DPRD Depok Tinjau Kompi Pertanian TNI, Dorong Sinergi Ketahanan Pangan Nasional

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle depokfaktual.com
    • visibility 89
    • 0Komentar

    DEPOK FAKTUAL, CIPAYUNG — Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Hj. Yeti Wulandari, melakukan kunjungan kerja ke Kompi Pertanian Yonif TP-899 Batalyon Satya Gardapati di Cipayung sebagai bagian dari fungsi pengawasan legislatif terhadap peran strategis TNI dalam mendukung pembangunan nasional, khususnya ketahanan pangan. Dalam kunjungan tersebut, pimpinan DPRD Kota Depok empat periode ini menyebut, bahwa TNI […]

expand_less